More

    ITB Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Etanol Murni

    Ahmad Fauzan Sazli

    Shell Eco-marathon Asia Day 1

    BANDUNG, KabarKampus – Tim Rakata Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengikuti ajang kompetisi Shell Eco Marathon 2013 di sirkuit Sepang Malaysia. Kompetisi Shell Eco Marathon terbagi menjadi dua kategori, yaitu prototype dan model city car. Tahun ini tim Rakata ITB akan turun untuk kategori prototype.

    - Advertisement -

    Pada ajang tersebut mobil yang akan digunakan oleh tim Rakataadalah kendaraan mobil tiga roda. Mobil ini menggunakan bahan bakar etanol murni. Sedangkan mesin yang digunakan adalah mesin motor biasa.

    Dibandingkan bakar bakar biasa, etanol murni memiliki nilai oktan yang tinggi (sekitar 105-110). Untuk itu tim Rakata memodifikasi secara khusus bagian mesin mobil. Pada bagian mesin nilai kompresinya lebih tinggi dibandingkan mesin pada umumnya.

    Tim Rakata juga mengurangi bobot pada mesin dan mengganti site transmisinya dengan sistem transmisi tunggal. Yakni menggunakan gigi tiga sebagai gigi utama, sementara gigi satu dan empatnya dibuang.

    Selain itu, Tim Rakata juga merancang sendiri ECU (Engine Control Unit) sebagai sistem pengontrol bahan bakar. Penambahan Ecu ini karena sistem pengntrol mesin dari pabrik tidak dapat dimodifikasi secara langsung.

    Etanol sendiri merupakan salah satu hidrokarbon rantai pendek yang umum dijadikan sebagai bahan bakar. Etanol yang digunakan untuk bahan bakar umumnya berasal dari hasil fermentasi sisa pengolahan tebu menjadi gula (molase). Bahan tersebut diproses sehingga menghasilkan etanol.

    Proses fermentasi dengan agen biologis ini memiliki nilai tambah pada bidang produksi dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Energi pemrosesan etanol lebih kecil. Selain itu, pada proses pembakaran etanol menjadi energi, kadar gas buang karbon dioksida yang dihasilkan lebih sedikit, sehingga dapat mengurangi agen gas rumah kaca di atmosfer.

    Menurut Ikhsan Irfansyah (Teknik Mesin 2009) manager tim Rakata ITB, bahwa untuk on-track awards, ekspektasi mereka bisa mencapai 600 km/L. Angka tersebut dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu yang hanya mencapai 291 km/L.

    “Kami mengincar penghargaan dari off-track awards, seperti best team spirits, best innovation ataupun sejumlah penghargaan off-track lainnya. Ujarnya.

    Shell Eco Marathon merupakan ajang yang menekankan pada penggunaan bahan bakar alternatif berupa bioetanol, bahan bakar gas, hidrogen, listrik, dan sebagainya. Perhelatannya akan digelar pada tanggal 04 – 07 Juli 2013 mendatang.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here