More

    Aktivis Bandung Tolak Perangai Orde Baru di Konferensi Asia Afrika 2015

    Front APi gelar mimbar bebas menyikapi KAA. Foto. Fauzan

    BANDUNG,  KabarKampus – Sekumpulan aktivis Bandung yang tergabung dalam Front API  menilai perhelatan KTT Asia Afrika telah diwarnai dengan perangai orde baru. Hal itu terlihat dari dilarangnya kebebasan warga dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum saat berlangsungnya KAA.

    Menurut Harold Aron, Aktivis Front Api, penyelenggaraan peringatan Konferensi Asia Afrika 2015 dianggap sebagai titik penting dalam kelanjutan pertemuan negara di Bandung 60 tahun yang lalu. Namun digelarnya ajang tersebut disertai dengan perangai ala Orde Baru.

    - Advertisement -

    “Pemerintah merepresi kebebasan warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum dengan himbauan dari aparat untuk tidak berunjuk rasa selama KAA berlangsung,” kata Harold yang juga aktivis LBH Bandung menyikapi KAA 2015.

    Belum lagi, katanya ada larangan keras bagi kaum minoritas seperti Falun Gong untuk tidak berunjuk rasa karena kehadiran perwakilan Tiongkok pada pertemuan tersebut. “Seolah demi investasi dari negara Tiongkok kita rela manut melakukan apapun termasuk memberangus hak bersuara,” terang Harold di Bandung, Selasa, (21/04/2015).

    Oleh karena itu menurut Harold, mereka menolak 60 Tahun KAA yang merepresi kebebasan publik untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Selain itu mereka juga menolak KAA yang tidak menghargai keberagaman dengan menekan masyarakat minoritas dengan dalih stabilitas.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here