More

    Mahasiswa ITS Buat Kapal Tenaga Surya Untuk Surabaya

    Mahasiswa ITS menunjukkan kapal tenaga surya yang diberinama  Passanger Kalimas Solarboat (PKS). Dok. ITS
    Mahasiswa ITS menunjukkan kapal tenaga surya yang diberinama Passanger Kalimas Solarboat (PKS). Dok. ITS

    SURABAYA, KabarKampus – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil membuat kapal tenaga surya. Kapal jenis catamaran (lambung ganda) ini dibuat sebagai kapal wisata di Sungai Kalimas, Surabaya.

    Mahasiswa ITS tersebut terdiri dari Galih Irvandi, Darwin Setyawan, Fauzan Fikri, Ginanjar Basuki dan Nityasa Manuswara. Kelimanya yang berasal dari Jurusan Teknik Sistem Perkapalan (JTSP) ITS ini menamakan kapal mereka dengan Passanger Kalimas Solarboat (PKS). Penelitian yang mereka buat didanai oleh Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti.

    Dalam pembuatan kapal ini, tim ini memanfaatkan kondisi kota Surabaya yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Seperti yang telah diketahui, Surabaya memiliki intensitas cahaya sebesar 800 hingga 900 Wattpeak.

    - Advertisement -

    Galih mengaku, sebenarnya JTSP pernah membuat kapal tenaga surya. Sayangnya, kapal tersebut hanya mampu dinaiki satu orang karena digunakan untuk keperluan lomba. “Kami ingin mengembangkan kapal ini supaya bisa mengangkut lebih banyak penumpang karena memang ditujukan untuk keperluan pariwisata,” ungkap Galih.

    Menurut Galih, kapal yang mereka buat saat ini masih dalam bentuk prototype. Pembuatan prototype kapal ini memakan waktu hingga enam bulan. Dalam skala sebenarnya, lanjutnya, kapal ini direncanakan memiliki panjang 15 meter dengan kapasitas 20 penumpang dan kecepatan lima knot.

    “Namun karena dana Program Kreativitas Mahasiswa terbatas, maka kami hanya bisa membuat prototype,” jelas Galih.

    Dalam hasil uji kapal prototype ini menunjukkan, satu buah panel surya yang dipasang mampu menghasikan daya 24,4 Watt dengan  tegangan output 20 Volt. Daya tersebut dapat menggerakkan kapal berdimensi 80 cm x 35 cm dengan bobot sekitar 5 kilogram.  “Prototype ini menggunakan baterai dengan spesifikasi 2,2 volt dan 1,8 Ah untuk menyimpan arusnya,” tutur mahasiswa angkatan 2012 ini.

    Melalui penelitian ini, Galih berharap mahasiswa ITS lain bisa mengikuti jejak timnya yang tidak hanya belajar teori, namun juga mengimplementasikannya dalam sebuah karya untuk kemajuan masyarakat.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here