More

    Jadi Guru Besar, Profesor ini Orasi Ilmiah Tentang Taman Bumi

    IMAN HERDIANA

    Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D prihatin dengan kerusakan bumi akibat eksploitasi tambang. Menurutnya, sudah saatnya eksploitasi sumber daya alam (SDA) digantikan dengan konservasi melalui konsep taman bumi atau geopark.

    Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar bidang Geologi Eksplorasi Fakultas Teknik Geologi Unpad, Bandung, Selasa, 10 Januari 2017. FOTO: Humas Unpad
    Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D dalam orasi ilmiah
    pengukuhan guru besar bidang Geologi Eksplorasi Fakultas Teknik
    Geologi Unpad, Bandung, Selasa, 10 Januari 2017. FOTO: Humas Unpad

    Ahli geologi eksplorasi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mengatakan, salah satu upaya konservasi SDA yang saat ini digiatkan dunia adalah penetapan kawasan taman bumi.

    - Advertisement -

    Taman bumi diakui PBB melalui International Geoscience and Geoparks Programme UNESCO. Taman bumi sebagai model pengelolaan keragaman geologi, hayati, dan budaya secara holistik untuk kepentingan konservasi, edukasi, dan pertumbuhan perekonomian berkelanjutan.

    Model tersebut mengharuskan adanya keterlibatan masyarakat yang tinggal di kawasan taman bumi, sehingga masyarakatnya sejahtera dan alamnya terjaga.

    Maka, kata Mega, seorang ahli geologi eksplorasi memiliki peran penting. Berdasarkan keilmuannya, ahli geologi eksplorasi menetapkan kawasan taman bumi.

    “Sehingga, sumber daya alam tersebut juga dilihat fungsinya sebagai warisan alam yang bernilai, jadi perlu dilindungi,” ujar Mega Fatimah Rosana, melalui siaran pers yang diterima Kabar Kampus.

    Mega menyampaikan pentingnya konsep taman bumi dalam orasi ilmiah pengukuhan dirinya sebagai guru besar bidang Geologi Eksplorasi Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, Bandung, Selasa, 10 Januari 2017. Pengukuhan dilakukan Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr., Rektor Unpad.

    Dalam orasi ilmiah berjudul “Eksplorasi Sumber Daya Geologi: Eksploitasi dan Konservasi untuk Pembangunan yang Berkelanjutan”, ia menekankan pentingnya merubah paradigma eksplorasi SDA yang bersifat eksploratif (ekstraktif) kepada yang bersifat konservatif.

    Perubahan paradigma harus dilakukan demi tumbuhnya ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, yakni mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang tanpa menghabiskan SDA yang jumlahnya terbatas.

    Konservasi adalah pengelolaan SDA yang mencegah kerusakan.

    Paradigma SDA yang bersifat konservatif menekankan pada optimalisasi SDA untuk yang berpijak pada pertumbuhan (pro-growth), mengurangi kemiskinan (pro-poor), memberikan lapangan kerja (pro-job), dan memperhatikan keseimbangan lingkungan (pro-environment).

    Ia mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam luar biasa. Namun diperlukan kearifan dalam pengelolaannya. Di sisi lain, populasi manusia terus meningkat yang diiringi meningkatnya konsumsi bahan tambang (SDA).

    Hal itu diikuti pula meningkatnya industrialisasi dan urbanisasi masyarakat modern. Jika SDA tidak digunakan dan dikelola dengan baik, akan mengakibatkan kelangkaan bahan tambang hingga kerusakan ekologi.

    Sedangkan SDA non-hayati seperti bahan tambah, BBM, bersifat terbatas dan tidak dapat diperbaharui.

    “Untuk itu, perlu adanya upaya melestarikan bahan tambang melalui konservasi,” tandas dosen di FTG Unpad ini.

    Untuk diketahui, Mega Fatimah Rosana adalah lulusan Doktor dari Resource Geology, Hokaido University, Jepang. Ia juga Kordinator Pusat Studi Sumber Daya Mineral dan Eksplorasi FTG Unpad dan Kepala Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi, Unpad. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here