
Setelah pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai membuka pendaftaran jalur mandiri untuk tahun akademik 2026. Momentum ini menjadi kesempatan baru bagi calon mahasiswa yang ingin mengamankan kursi di kampus impian, terutama melalui skema seleksi berbasis nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Gelombang pendaftaran jalur mandiri berlangsung mulai 26 Mei hingga awal Juni 2026 dan dilakukan hampir bersamaan oleh berbagai PTN besar di Indonesia. Strategi ini dinilai memberi kepastian bagi calon mahasiswa di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri.
Sejumlah kampus kini mulai mengaopsi mekanisme seleksi yang lebih fleksibel. Sebagian memilih menggunakan nilai UTBK secara penuh tanpa ujian tambahan, sementara sebagian lain masih mempertahankan tes mandiri berbasis komputer sebagai instrumen seleksi lanjutan.
Perubahan pola ini menunjukkan adanya pergeseran strategi penerimaan mahasiswa. Kampus berupaya memberikan alternatif jalur masuk yang lebih luas sekaligus tetap menjaga kualitas proses seleksi. Beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), hingga UPN Veteran Jawa Timur menggunakan model seleksi berbasis nilai UTBK murni.
Sistem tersebut memungkinkan peserta cukup mengunggah sertifikat nilai UTBK tanpa harus kembali mengikuti ujian tulis. Di sisi lain, sejumlah PTN Badan Hukum (PTNBH) seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Diponegoro (Undip) masih mempertahankan tes tambahan.
Kebijakan ini dilakukan karena kampus menilai kemampuan akademik calon mahasiswa tidak dapat sepenuhnya diukur melalui satu skor ujian nasional. Salah satu perguruan tinggi yang ikut memperluas peluang bagi calon mahasiswa adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Kampus tersebut resmi meluncurkan Penmaba Mandiri UNJ 2026 melalui kegiatan daring yang disiarkan melalui Zoom dan kanal YouTube resmi universitas pada 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyebut antusiasme masyarakat terhadap UNJ terus meningkat.
Bahkan, UNJ masuk dalam 10 besar perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar terbanyak pada UTBK 2026. Menurutnya, tingginya minat masyarakat membuat kampus membuka lebih banyak opsi penerimaan mahasiswa baru. “Jalur tersebut meliputi seleksi rapor yang menggunakan skema seperti SNBP, jalur prestasi, nilai UTBK, ujian tulis di kediaman masing-masing peserta, ujian khusus disabilitas, hingga ujian tulis langsung di kampus,” katanya seperti dikutip dari situs UNJ.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






