More

    Mahasiswa UMY Rancang Tangga Penghasil Energi Listrik

    Gambar tangga penghasil listrik rancangan mahasiswa UMY. Foto : UMY

    Teknologi pembangkit listrik dari alam seperti dari air atau angin telah lazim digunakan oleh masyarakat. Namun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Seperti pembangkit listrik tenaga air yang mememerlukan ketersediaan air dan ketinggian yang cukup untuk menggerakkan turbin. Begitu juga pembangkit listrik tenaga angin yang memerlukan angin dengan kecepatan stabil dengan perhitungan lintang dan bujur, serta memerlukan alat yang menyita dana besar.

    Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencoba untuk meneliti penghasil energi listrik dengan cara yang berbeda yakni dengan teknologi Piezoelektrik. Teknologi ini memanfaatkan aktivitas manusia untuk menghasilkan energi listrik. Dalam penelitian mahasiswa UMY, teknologi yang sedang dikembangkan di Jepang ini, diteliti untuk diaplikasikan pada tangga yang digunakan pada umumnya.

    - Advertisement -

    Noor Noor Pratama Apriyanto, selaku ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC) kelompok ELSTOR (Piezoelectric Stair Generator) menjelaskan, pembangkit listrik dari alam sudah sering digunakan dan banyak memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Oleh karenanya, mereka memanfaatkan teknologi Piezoelektrik sebagai salah satu inovasi teknologi dalam menghasilkan listrik dengan cara yang mudah.

    “Dengan demikian, teknologi Piezoelektrik merupakan salah satu alternatif penghasil listrik yang dapat memanfaatkan aktivitas manusia,” jelas Noor.

    Noor mengungkapkan, pada prinsip kerja ELSTOR adalah dengan memanfaatkan pijakan dari lalu lalang orang yang beraktivitas di atas tangga. Pada pijakan tersebut dipasang Piezoelektrik berbentuk bulat-bulat kecil. Akumulasi listrik yang dihasilkan didapatkan dari jumlah elemen piezoelektrik yang dipasang pada anak tangga.

    Selanjutnya, tambah Noor, listrik yang dihasilkan akan masuk ke dalam modul charger controller untuk distabilkan arus dan tenaganya. Setelah stabil, listrik disimpan ke dalam sebuah Accumulator (aki) yang kemudian dapat digunakan langsung untuk beban listrik DC atau dikonversi terlebih dahulu melalui inverter menjadi listrik AC. Setelah itu baru dapat digunakan ke dalam beban AC seperti lampu, pompa air, rice cooker, dan peralatan rumah tangga lainnya.

    Saat ini Noor dan timnya sudah melakukan studi literatur dan perancangan desain alat Elstor tersebut. Penelitian yang dilakukannya dengan timnya juga melibatkan Iswanto, S.T., M.Eng. sebagai dosen pembimbing penelitian.

    Noor berharap penelitian ELSTOR akan dapat segera diaplikasikan. Seperti di Jepang, penelitian ini sudah mulai diterapkan di Stasiun Shibuya dengan konsep ramah lingkungan. Banyaknya lalu lalang manusia yang melintasi stasiun, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik.

    “Semoga penelitian ELSTOR akan dapat segera diaplikasikan, sehingga kebutuhan manusia akan listrik dapat terpenuhi dengan mudah dengan konsep ramah lingkungan,” harap Noor.

    Penelitian yang dilakukan oleh Noor dan timnya merupakan salah satu penelitian yang diajukan dalam PKM KC tahun 2017.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here