More

    Sarapan Teratur Bisa Turunkan Berat Badan

    Ilustrasi / Foto : shutterstock

    Sarapan atau makan pagi memiliki peran penting dalam kesehatan. Bahkan dapat membantu menekan angka obesitas. Namun karena kesibukan dan banyak alasan lainnya, seseorang kerap melewatkannya.

    Dalam penelitian Prof Dr. I Ketut Adnyana, M.Si,Ahli Farmakologi dan Farmasi Klinik ITB menyebutkan, seseorang yang tidak sarapan memiliki resiko obesitas 4,5 kali lebih tinggi dibanding seseorang yang sarapan secara teratur. Oleh karena itu, ia menganggap sarapan adalah aktivitas penting, terutama untuk menekan obersitas.

    Bahkan dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2014 tersebut menyebutkan, sarapan tinggi kalori dengan pengurangan porsi makan makan malam berguna sebagai alternatif penanganan obersitas dan sindroma metabolik. Penekanan porsi makan itu, memberikan efek penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang diberikan asupan dominan pada makan malam.

    - Advertisement -

    Ia juga mengungkapkan, pasien (terutama pria) yang melewatkan sarapan memiliki resiko 33 persen lebih besar terserang penyakit jantung koroner dibandingkan dengan yang sarapan. Selain itu makan yang terlalu malam juga memiliki resiko terserang penyakit 55 persen lebih besar dibandingkan yang tidak.

    Pentingnya Sarapan Bagi Penderita Diabetes

    Frekuensi makan kerap dianjurkan kepada penderita diabetes. Sebelumnya disebutkan, penderita diabetes sebaiknya makan dengan porsi kecil namun sering. Hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitiannya tersebut.

    Penelitian Prof Ketut menemukan, makan dengan hanya sarapan dan makan siang dapat menurunkan berat badan, kandungan lemak hati, gula darah puasa,  C-peptida, hormon glukagon, serta meningkatkan sensitivitas insulin glukusa oral. Aktivitas ini lebih besar dibandingkan pola makan dengan kalori yang sama namun dibagi enam kali makan dalam sehari.

    Penelitian Prof Ketut ini disampaikannya dalam peringatan Dies Natalis ITB ke 59 di Aula Barat ITB, pada hari Jumat, 2 Maret 2018. Ia menyampaikannya dalam pidato ilmiah dengan judul “Harmony with Nature : In Harmonia Progressio.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here