More
    Home RAGAM PERJALANAN "Dark Tourism" Sebuah Alternatif Wisata

    “Dark Tourism” Sebuah Alternatif Wisata

    Penulis :  Ardo Ridhopratama

    Dark tourism adalah suatu bentuk kegiatan wisata ke lokasi yang memiliki histori kelam seperti bencana alam, perang dan lain sebagainya. Bentuk wisata ini mulai berkembang dan menambah deretan ragam pariwisata di Indonesia. Kini kian diminati oleh pengunjung yang datang dengan tujuan sekedar berwisata, beredukasi mengenai sejarah atau berziarah. 

    Contoh tempat wisata dark tourism salah satunya adalah Kamp Vietnam atau yang lebih di kenal penduduk setempat dengan sebutan Kampung Vietnam. Objek wisata seluas 80 hektare ini terletak di Pulau Galang yang merupakan salah satu pulau di Provinsi Kepulauan Riau.

    Pulau Galang terhubung langsung dengan Pulau Batam sebagai pulau utama melalui Jembatan Barelang. Tempat ini dibangun saat terjadi perang Vietnam di tahun 1975 sebagai tempat untuk menampung sekitar 250 ribu orang pencari suaka dari Vietnam di tahun 1979-1996. 

    Di tempat ini juga akan kita temui berbagai fasilitas yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan penduduk saat itu seperti  rumah sakit, tempat ibadah, sekolah dan bahkan penjara. Saat ini terdapat sebuah museum yang berisikan benda benda peninggalan para pengungsi seperti alat masak, perabotan rumah tangga dan lain-lain.

    Meskipun tempatnya yang terpencil dan perjalanan yang cukup memakan waktu, tempat ini masih sangat diminati wisatawan meskipun sangat banyak obyek wisata lain di Kota Batam dan Pulau pulau lain di sekitarnya, bahkan tidak jarang juga dijumpai keluarga keluarga dari pengungsi terdahulu yang datang kesana untuk berziarah dan beribadah mendoakan keluarganya yang dimakamkan disana, tempat ini menjadi saksi bisu tindakan kemanusiaan Indonesia di masa Presiden Soeharto.[] 

    *Penulis adalah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here