More

    Rayakan Idul Adha, Akta Bumi Distribusikan 9 Ribu Besek Bambu

    Besek bambu. (ist)

    SURABAYA, KabarKampus – Yayasan Abyakta Acitya Bhumi, yang dikenal dengan Akta Bumi, merayakan Idul Adha 2023 dengan program yang menarik. Berkolaborasi dengan Desa Wisata Tegaren di Kabupaten Trenggalek, Akta Bumi membantu pendistribusian 9.720 besek bambu di wilayah Surabaya dan Trenggalek untuk menggantikan kantong plastik pembungkus daging hewan kurban yang berpotensi membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan.

    Program ini merupakan respon terhadap estimasi KLHK RI akan potensi 119 juta lembar kantong plastik sekali pakai yang digunakan pada Idul Adha 2023 ini (KLHK, 2023). Oleh karena itu KLHK RI juga mengeluarkan SE.6/MENLHK/PSLB3/PLB.3/6/2023 sebagai himbauan perayaan Idul Adha tanpa sampah plastik.

    “Program ini berjalan sejak 2019 lalu. Kami sadar bahwa momen Idul Adha merupakan salah satu momen yang mengonsumsi kantong plastik dalam jumlah yang besar. Satu sapi saja diperkirakan bisa menghabiskan 200 kantong plastik. Tinggal dikalikan dengan jumlah sapi dan masjid/musholla penyelenggara. Belum termasuk kurban kambing.” jelas Praja Firdaus, ketua pelaksana Besek untuk Kurban 2023 pada redaksi KabarKampus (29/06).

    - Advertisement -

    Selain mengurangi konsumsi kantong plastik pada Idul Adha, program Besek untuk Kurban juga bertujuan untuk menambah penghasilan para petani besek di Desa Tegaren, Kab. Trenggalek. Tim Akta Bumi juga percaya pada nilai ekonomi inklusif yang mereka coba gaungkan dalam program Besek untuk Kurban.

    “Kami sudah mendampingi Desa Tegaren selama lima tahun. Hasil riset kami menunjukkan lebih dari 90% perempuan paruh baya di Desa Tegaren menjadi petani besek untuk menambah penghasilan harian mereka. Satu tungkup besek di Tegaren hanya dihargai Rp. 500,- atau kadang Rp. 1.000,- saat ini. Sedangkan mata pencaharian utama mereka sebagai petani juga tidak menentu, dalam jangka waktu 2 sampai 3 bulan, mereka harus mengatur finansialnya, apalagi jika panen mereka tidak sebesar sebelumnya. Kami rasa kesadaran akan adanya ketimpangan ini yang harus pelan-pelan disuntikkan ke masyarakat.” ungkap Praja menambahkan hasil kajian Akta Bumi selama ini.Program Besek untuk Kurban dijalankan melalui sistem partnership dan crowdfunding. Setiap individu atau kelompok maupun organisasi masyarakat dapat membeli besek atau berdonasi untuk dibelikan besek yang dijual Rp. 50.000,- per kodinya. Hasil dari penjualan tersebut kemudian disetorkan kepada BUMDes Sugih Arto di Desa Tegaren untuk dibelikan besek dari para petani besek. Besek-besek tersebut lalu dikirimkan ke para pemesan di Surabaya dan untuk memenuhi permintaan di Desa Tegaren sendiri.

    Daging Qurban diwadahi dengan besek bambu. (ist)

    Kepala Desa Tegaren, Heri Supriyanto, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme warga Tegaren, “Melalui program Besek untuk Kurban ini masyarakat Desa Tegaren tentu sangat terbantu. Terutama para petani besek dan anggota BUMDes yang selama ini berupaya meningkatkan perekonomian desa. Warga sangat antusias dan tidak menyangka besek yang dibuat sehari-hari dapat menjadi barang yang relevan sampai sekarang, bahkan sampai dijadikan gerakan nasional.”

    Program Besek untuk Kurban juga membantu pengukuhan Desa Wisata Tegaren sebagai desa tanpa kantong plastik saat perayaan Idul Adha di Kabupaten Trenggalek. Yayasan Akta Bumi mulai menjuluki Desa Wisata Tegaren sebagai “Kampung Besek” atau “Besek Village” sebagai branding desa tersebut.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here