More

    Kukuhkan Lima Guru Besar, UPH Siapkan Amunisi Intelektual dan Solusi Segar bagi Kemajuan Bangsa

    Pendidikan Masa Depan Berbasis Personalized Learning dan AI

    Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, M.M., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., D.Th., dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pendidikan melalui SK Mendiktisaintek Nomor 44683/M/KPT.KP/2025 TMT 1 Januari 2026.

    Melalui penelitian berjudul ‘Personalized Learning, Desain Instruksional dan Artificial Intelligence sebagai Framework Pembelajaran Masa Depan’, Prof. Khoe menyoroti pergeseran pendidikan menuju pendekatan personalized learningyang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks ini, peran guru berkembang dari sekadar penyampai materi menjadi perancang pengalaman belajar yang bermakna, sehingga pendidikan di era digital dapat menjadi lebih inklusif, relevan, dan berpusat pada siswa.

    - Advertisement -

    Future of learning is personalization learning. Penggunaan AI dalam desain pembelajaran memberi peluang bagi guru untuk memahami proses belajar siswa secara lebih mendalam. AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi membantu merancang pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan bermakna bagi setiap siswa,” ujar Prof. Khoe.

    Peran Audit dalam Integritas Informasi Keuangan

    Prof. Dr. Tanggor Sihombing, B.A., M.B.A., dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Financial Audit and Forensic Audit berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 1784/M/KPT.KP/2026 TMT 1 Januari 2026.

    Dalam penelitiannya yang berjudul ‘Laporan Keuangan: Peran Financial Audit dan Forensic Audit dalam Meningkatkan Kualitas Informasi Keuangan kepada Pengguna dalam Pembuatan Keputusan’, Prof. Tanggor menegaskan bahwa laporan keuangan memiliki risiko tinggi karena kompleksitas transaksi serta potensi kesalahan dan kecurangan (fraud). Karena itu, ia menekankan pentingnya peran auditor dalam memastikan informasi keuangan tersaji secara akurat dan dapat dipercaya, yang kualitasnya sangat bergantung pada kompetensi, independensi, serta kemampuan auditor dalam memanfaatkan teknologi digital.

    “Untuk mengurangi praktik fraud, diperlukan beberapa langkah strategis, yaitu memperkuat sistem pengawasan internal, menegakkan hukum secara konsisten guna menciptakan efek jera, serta memperkuat peran lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dalam menanamkan integritas melalui proses pendidikan yang holistik,” ujar Prof. Tanggor.

    Pengukuhan lima Guru Besar ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menegaskan peran UPH sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus melahirkan pemikiran strategis, inovasi ilmiah, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui berbagai perspektif keilmuan. Melalui tenaga pendidik berkualitas, UPH berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan yang akan datang, takut akan Tuhan, berdampak positif, profesional, dan kompeten.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here