Selain memperkuat koneksi dengan industri, Unhas juga aktif membangun kolaborasi dalam menghadapi isu global, salah satunya perubahan iklim. Bersama Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, Unhas mengembangkan kerja sama berbasis sains untuk memperkuat ketahanan iklim di Indonesia.
Kolaborasi ini melibatkan Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas sebagai penggerak utama dalam menghasilkan program yang terukur dan aplikatif di tingkat lokal. Pendekatan berbasis sains menjadi kunci dalam merancang kebijakan adaptasi dan mitigasi yang efektif, dengan memanfaatkan data, riset empiris, dan pemodelan iklim.
Ketua pusat studi tersebut, Rijal M Idrus, menjelaskan bahwa edukasi berbasis bukti ilmiah menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini, agar masyarakat tidak hanya memahami isu perubahan iklim, tetapi juga mampu mengubah perilaku secara nyata.
“Integrasi program ke dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik juga menjadi salah satu strategi kunci untuk memperluas jangkauan intervensi. Mahasiswa diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu mengimplementasikan solusi berbasis sains di masyarakat,” jelas Rijal Idrus.
Di sisi lain, Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim, Irawan Asaad, menekankan pentingnya dukungan data dan penelitian dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. “Pendampingan implementasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat local dapat dilakukan secara bersama sama, termasuk pengelolaan sampah berkelanjutan, yang nantinya diharapkan mampu memberikan dampak nyata sekaligus menjadi model replikasi di wilayah lain,” jelas Irawan.
Kerja sama ini juga mencakup program peningkatan kapasitas, riset kolaboratif, hingga peluang pengembangan hibah internasional. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (9/4).
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Unhas tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus tantangan global. Sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten serta solusi berkelanjutan bagi masa depan.






