Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Kastono, menjelaskan keberhasilan tersebut bukan hasil instan, melainkan bagian dari proses pembinaan akademik jangka panjang.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi belajar mampu menghasilkan prestasi yang luar biasa. Kami bangga kepada seluruh siswa yang telah berjuang maksimal. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus meningkatkan semangat belajar dan percaya diri menghadapi persaingan nasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, perhatian madrasah juga diberikan kepada siswa yang belum berhasil lolos SNBT tahun ini. Tim Bimbingan dan Konseling (BK) menilai aspek mental menjadi bagian penting dalam menghadapi hasil seleksi. Guru BK MAN IC Lampung Timur, Evriyen Tri Utomo, menegaskan bahwa kegagalan dalam satu jalur bukan akhir dari perjalanan.
“Kami selalu mendorong siswa agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri, menjaga semangat, serta mampu mengelola tekanan selama menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi. Alhamdulillah, bagi yang telah lolos, usaha dan perjuangan mereka membuahkan hasil yang membanggakan,” tuturnya.
Ia juga memberikan pesan khusus bagi siswa yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan.
“Bagi anak-anakku yang hari ini belum melihat kata ‘Selamat’ di layarnya, ingatlah bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini hanyalah kesuksesan yang jalurnya dialihkan. Kalian adalah anak-anak hebat yang tangguh. Jangan patah semangat, tetap tegakkan kepala karena perjuangan belum usai. Masih ada banyak pintu dan peluang emas lain yang menanti, mulai dari Jalur Mandiri, Kedinasan, hingga SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Pihak madrasah dan Tim BK akan selalu mendampingi kalian sampai semuanya mendapatkan pelabuhan terbaik. Mari tata kembali strategi, kita berjuang lagi!” pungkasnya.
Hasil SNBT memang menghadirkan dua sisi: euforia bagi yang lolos dan kekecewaan bagi sebagian lainnya. Namun kisah MAN IC Lampung Timur memperlihatkan bahwa keberhasilan lahir dari proses panjang, sementara kegagalan bukan akhir perjalanan. Sebab dalam dunia pendidikan, tujuan akhir tidak selalu ditentukan oleh satu pintu masuk semata.






