More

    UII Tegaskan Peran Kritis Kampus di Tengah Isu MBG dan Dorong Adaptasi AI dalam Pendidikan

    Dorong Pemanfaatan AI untuk Layanan Pendidikan

    Di tengah kritik terhadap kebijakan eksternal, UII tetap menunjukkan komitmen untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan pendidikan.

    Perkembangan AI yang pesat telah mendorog perubahan signifikan dalam metode pembelajaran dan pengelolaan informasi. 

    - Advertisement -

    Bahkan, pemerintah telah menerbitkan pedoman nasional melalui Surat Keputusan Bersama tujuh menteri terkait pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan pada Maret 2026. Sejalan dengan arah tersebut, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan NotebookLM dalam Aktivitas Sehari-hari” pada Selasa, (5/5). 

    Kegiatan ini diikuti tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan.

    Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FIAI UII, Dr. H. Nur Kholis, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital.

    “Belajar AI, relevan dengan tuntutan zaman, jangan sampai kita tertinggal. Dengan AI sebenarnya akan lebih mudah, kita dituntut untuk belajar. Memang ini tugas kita,  harus terdepan dalam hal apapun, dalam bekerja atau dalam melayani,” kata Dr. Nurkholis sepert dikutip dari situs UII.

    Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pemangku kepentingan serta menciptakan efisiensi dalam tata kelola akademik.

    ”Orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat. Marilah memberikan manfaat yang terbaik kepada lingkungan kita,” ajaknya.

    Upaya ini juga diperkuat dengan pelatihan rutin yang telah dijalankan dalam satu tahun terakhir, baik untuk dosen maupun tenaga kependidikan. “Pelatihan AI dalam 1 tahun terakhir rutin dilaksanakan, baik untuk dosen maupun tenaga kependidikan, dalam rangka terus adaptif terhadap perkembangan. Untuk tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, efisiensi kerja, dan profesionalisme dalam mendukung tata kelola layanan di FIAI,” kata Prayitna Kuswidianta.

    Sikap UII mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara independensi akademik dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di satu sisi, kampus menolak peran yang dinilai dapat mengaburkan fungsi utamanya. Di sisi lain, institusi tetap aktif mendorong inovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    Langkah ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis sekaligus motor penggerak transformasi di era modern.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here