More

    Pergantian Kepala BGN Dinilai Sebagai “Terapi Kejut” Presiden Prabowo untuk Perkuat Tata Kelola MBG

    Meski demikian, Handi menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak seharusnya dimaknai sebagai kegagalan total BGN. Ia menilai pemerintah tetap memberikan apresiasi kepada jajaran sebelumnya yang telah membangun fondasi awal kelembagaan dan menjalankan tahap awal implementasi MBG.

    “Justru karena fondasi telah dibangun, tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas implementasi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Handi menilai pergantian tersebut juga menjadi ujian bagi gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang sejak awal dikenal menekankan disiplin, efektivitas, dan orientasi hasil. Menurutnya, keberhasilan keputusan ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen baru dalam melakukan perbaikan nyata terhadap pelaksanaan program MBG.

    - Advertisement -

    Ia mengingatkan bahwa apabila persoalan yang sama terus berulang, publik dapat mempertanyakan apakah akar masalah terletak pada individu pimpinan atau justru pada desain kelembagaan dan sistem pengawasan yang belum matang. Karena itu, reformasi organisasi dan tata kelola keuangan harus berjalan beriringan dengan pergantian kepemimpinan.

    Handi juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap dapur umum dan mitra penyedia makanan di seluruh rantai pasok untuk mencegah kebocoran anggaran dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Perbaikan gizi anak-anak Indonesia diyakini akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

    Handi menilai pergantian Kepala BGN menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak ingin mengambil risiko terhadap program yang menjadi simbol utama pemerintahannya. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa target besar harus diiringi standar pelaksanaan yang tinggi dan pengawasan yang ketat.

    Pada akhirnya, kata Handi, ukuran keberhasilan tidak terletak pada siapa yang menjabat sebagai Kepala BGN, melainkan pada keberhasilan negara memastikan jutaan anak Indonesia memperoleh makanan bergizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

    “Jika tujuan itu tercapai, maka terapi kejut Presiden Prabowo akan dikenang sebagai keputusan yang tepat pada waktu yang tepat,” tutupnya.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here