
MAKASSAR, KabarKampus – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., saat pengukuhan empat guru besar baru, dan tercermin pula melalui kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menggelar edukasi pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Sinjai.
Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan geopolitik, percepatan perkembangan teknologi, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan, perguruan tinggi dinilai memiliki tanggung jawab yang semakin besar dalam menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prof. Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ seusai Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka pengukuhan empat guru besar di Ruang Senat Akademik Unhas, Gedung Rektorat Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (17/7). Acara tersebut dihadiri jajaran Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, Dewan Profesor, sivitas akademika, keluarga profesor, serta tamu undangan.
Menurut Prof. JJ, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak lagi sekadar meningkatkan produktivitas akademik, tetapi memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan. “Efisiensi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah efektivitas dalam mencapai tujuan,” ujar Prof. JJ seperti dikutip dari Legion News.
Ia menjelaskan, ukuran keberhasilan universitas kini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya publikasi ilmiah, melainkan juga sejauh mana hasil penelitian mampu mendorong lahirnya teknologi baru, memperkuat kebijakan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur, Unhas dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat daya saing bangsa melalui ilmu pengetahuan. Menurut Prof. JJ, filosofi Ayam Jantan dari Timur yang menjadi identitas Unhas mencerminkan semangat kepemimpinan sekaligus keberanian untuk menghadirkan perubahan.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat science diplomacy, yakni membangun kerja sama ilmiah lintas negara untuk mempercepat pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan solusi atas berbagai persoalan global. “Peran tersebut harus kita wujudkan melalui pengembangan inovasi, penguatan ekonomi berbasis pengetahuan, serta kontribusi akademik dalam merespons dinamika geopolitik yang terus berkembang,” kata Prof. JJ.
Menurutnya, persaingan antarnegara saat ini semakin dipengaruhi oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. “Karena itu, universitas perlu memperkuat kapasitas riset yang mampu mendukung lahirnya kebijakan strategis dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Prof. JJ.
Ia pun mengajak para guru besar untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin agar berbagai persoalan kompleks dapat diselesaikan melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif. “Universitas Hasanuddin harus terus menjadi pilar yang melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi, dan berkontribusi dalam dinamika geopolitik melalui riset dan science diplomacy,” tutup Prof. JJ.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Unhas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 menggelar edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini di Aula Kantor Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Kamis (16/7).
Penanggung jawab kegiatan, Nadila dari Fakultas Hukum Unhas, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak pernikahan dini dengan menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kabupaten Sinjai serta Kantor Urusan Agama Kecamatan Sinjai Borong.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sinjai Borong, Nilawati, S.Ag., mengingatkan bahwa membangun keluarga tidak cukup hanya berbekal usia. “Pernikahan bukan sekadar soal usia, tetapi juga kesiapan mental, emosional, ekonomi, dan tanggung jawab untuk membangun keluarga yang harmonis,” ujar Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sinjai Borong, Nilawati, SAg, seperti dikutip dari Identitas Unhas.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






