Jalan Buntu
Lantas, bagaimana dengan opsi serangan darat? Bagi para analis militer realis, gagasan menginvasi negara seluas dan seberat medan topografi Iran dengan beberapa ribu prajurit tempur Amerika adalah misi yang tak masuk akal. Bahkan upaya mengalihkan rute ekspor minyak melewati jalur pipa alternatif seperti Pelabuhan Yanbu atau Fujairah pun tetap berada dalam jangkauan tembak rudal Tehran.
Kini, Washington berdiri di persimpangan jalan yang canggung. Empat tujuan utama yang dicanangkan sejak awal—pergantian rezim, penghentian total pengayaan nuklir, penghancuran program rudal, hingga pemutusan rantai aliansi regional Iran—semuanya gagal diraih.
Alih-alih melumpuhkan lawan, konfrontasi panjang ini justru mempertegas peta kekuatan baru di Timur Tengah: Iran tetap memegang kendali atas urat nadi Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat harus memutar otak mencari cara untuk keluar dari perang yang mereka ciptakan sendiri tanpa terlihat kehilangan muka.
*Sekjen GSC (Geostrategy Study Club).







Bapak Trump, Amerika frustasi dan nekat memerangi Iran yang tidak mungkin dimenangkannya. Cukuplah perang langsung maupun tidak langsung Amerika terhadap Iran sebelumnya sebagai tolak ukurnya, dimana Amerika atau pihak yg di tunggangi Amerika meminta Iran untuk gencatan senjata atau dengan kata lain Amerika dan gank nya tidak mampu melanjutkan peperangan. Panjang umur perlawanan ✊️