Wadah Pembinaan dan Reserve Pool Timnas
Lebih dari sekadar ajang perburuan gelar, Campus League diproyeksikan menjadi wadah bagi pebulu tangkis muda yang belum berkesempatan masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas). “Harapannya tahun depan minimal tiga regional, tahun depan lagi empat regional dan kami akan terus berkembang sambil membuat kultur baru di dunia badminton Indonesia,” ucapnya.
Melalui skema ini, Campus League diharapkan berfungsi sebagai reserve pool bagi tim nasional, sehingga para atlet potensial tetap memiliki panggung untuk mengasah performa dan siap dipanggil kapan saja. “Harapan besar kami, ini menjadi sebuah liga yang sebergengsi mungkin. Supaya teman-teman yang nanti mungkin tidak bisa berhasil menembus Pelatnas itu bisa menjadikan Campus League ajang untuk terus berkompetisi,” jelasnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Pengprov PBSI Jawa Tengah. Ketua PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, menilai kompetisi ini membuka ruang sinergi baru dalam pembinaan atlet terintegrasi. “Kami atas nama Pengprov PBSI Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Campus League. Kami berharap ajang meini menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan PBSI dengan perguruan tinggi guna mengoptimalkan program pembinaan atlet secara berjenjang,” ujar Basri Yusuf.
Satu di antara hal menonjol pada ajang ini adalah penggunaan sistem skor terbaru BWF. Nomor perorangan menerapkan sistem best of three games hingga 15 poin (15×3), sedangkan nomor beregu menggunakan relay point hingga akumulasi 55 poin. Format ini memaksa setiap atlet langsung bermain menekan sejak awal laga.
“Penerapan skor baru BWF ini berdampak besar pada strategi dan pola permainan. Atlet dituntut langsung tampil agresif tanpa banyak ruang untuk membaca permainan lawan. Pemain dengan karakter menyerang serta stamina anaerobik yang kuat akan sangat diuntungkan,” jelas Basri.
Puncak persaingan Regional Semarang pada Sabtu (29/8) malam menyegel tiket menuju babak puncak The Nationals di Bandung pada September mendatang. Empat tim beregu yang mengamankan tempat di semifinal yaitu UII, UNS, UNNES, dan UNESA, dipastikan melaju ke babak nasional.
Sementara pada perebutan tempat ketiga nomor perorangan, Jumat (28/8/2026), hasil positif diraih oleh Muhammad Agil Firmansyah (UT) pada sektor tunggal putra dan Natiqotul Wardah Filkaromah (UIN Sunan Ampel) pada sektor tunggal putri untuk mengunci posisi podium sekaligus tiket ke fase selanjutnya.






