More

    Dari Digitalisasi UMKM hingga Sanksi Etik, Dua Sisi Pengabdian Mahasiswa Unhas

    Mengaku sebagai Panitia Mahasiswa Baru

    Kasus yang melibatkan WL mulai menjadi perhatian publik pada Senin malam, (22/6). WL disebut mengaku sebagai Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas. Dengan menggunakan identitas tersebut, ia kemudian berkomunikasi melalui WhatsApp dengan sejumlah calon mahasiswa baru.

    Dalam komunikasi tersebut, WL diduga mengirimkan pesan yang mengandung unsur pelecehan seksual secara verbal. Selain dugaan pelecehan, WL juga disebut berada dalam sejumlah kanal atau grup WhatsApp yang menyebarkan informasi tidak benar kepada calon mahasiswa baru.

    - Advertisement -

    Beberapa grup yang sebelumnya berisi konten dewasa bahkan disebut telah diubah sedemikian rupa sehingga memberikan kesan sebagai grup resmi bagi calon mahasiswa baru Unhas. Dua kabar dari lingkungan Unhas tersebut memperlihatkan bagaimana kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik di ruang kelas.

    Di satu sisi, mahasiswa dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi perubahan, seperti melalui pendampingan digitalisasi transaksi bagi UMKM. Di sisi lain, mahasiswa juga tetap terikat pada aturan dan tanggung jawab etika sebagai bagian dari komunitas akademik.

    Kegiatan KKN dan penerapan sanksi etik memang berada dalam konteks yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan bahwa status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi berupa tanggung jawab terhadap masyarakat maupun lingkungan akademik.

    Pendidikan tinggi pada akhirnya bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan mengejar gelar. Mahasiswa juga dituntut mampu menerapkan ilmu secara positif sekaligus memahami batas-batas perilaku yang berlaku dalam kehidupan sosial dan akademik.

    Dari pendampingan UMKM di desa hingga penerapan kode etik di lingkungan kampus, peran mahasiswa dan perguruan tinggi terus berada dalam sorotan publik. Keduanya menjadi bagian dari bagaimana institusi pendidikan tinggi menjalankan fungsi pendidikan sekaligus membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here