More

    Gencatan Senjata Gaza Kembali di Ujung Tanduk, Serangan Israel Tewaskan 17 Warga Palestina

    Pasukan Israel yang menduduki Gaza. (Foto: t.me/FreePalestineNetwork)

    Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Gaza kembali menghadapi jalan terjal. Hanya beberapa hari setelah Utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas rencana perdamaian, serangkaian serangan Israel kembali menewaskan warga Palestina.

    Sedikitnya 17 warga Palestina dilaporkan tewas dalam dua hari serangan terbaru di Gaza. Serangan tersebut menghantam sejumlah lokasi, termasuk pos kepolisian dan kawasan pengungsian. Perkembangan ini kembali menimbulkan keraguan terhadap peluang kemajuan kesepakatan gencatan senjata yang tengah didorong pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Pertemuan Kushner dan Netanyahu pada Senin lalu memang membahas rencana yang diusung Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik. Kushner sebelumnya juga bertemu dengan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya di Kairo dalam upaya mencari jalan keluar atas kebuntuan negosiasi.

    - Advertisement -

    Namun, perbedaan mendasar antara Israel dan Hamas masih belum terselesaikan. Israel menginginkan Hamas melucuti senjata terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan dan pembangunan kembali Gaza dilakukan. Sementara Hamas menginginkan penarikan pasukan Israel berjalan beriringan dengan proses pelucutan senjata.

    Serangkaian serangan terbaru terjadi tidak lama setelah Kushner meninggalkan kawasan tersebut. Pada Rabu (19/8), serangan udara Israel menghantam sebuah markas kepolisian di Kota Gaza. Sejumlah orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk personel kepolisian dan warga sipil. Serangan lain juga dilaporkan terjadi di kawasan kamp pengungsi.

    Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, jatuhnya korban sipil kembali memunculkan kritik terhadap strategi militer Israel, terutama karena serangan berlangsung ketika diplomasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan gencatan senjata sedang berjalan.

    Hamas mengecam serangan tersebut dan menilai tindakan militer Israel semakin memperumit upaya mediator untuk mempertahankan kesepakatan penghentian permusuhan. Ketegangan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan jalur diplomasi belum otomatis menghentikan kekerasan di lapangan.

    Perbedaan Syarat Masih Menjadi Penghalang

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here