Menariknya, Hamas sendiri dalam pernyataan 9 Agustus mengatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan dengan mediator dan BoP. Hamas menyerukan adanya jadwal yang jelas untuk pelaksanaan seluruh butir kesepakatan. Tetapi mereka juga meminta sesuatu yang sesungguhnya sangat mendasar: penghentian serangan, penarikan tentara Israel, pembukaan perbatasan, masuknya bantuan kemanusiaan, dimulainya rekonstruksi, dan diserahkannya pemerintahan sipil kepada komite Palestina. Sebaliknya, pada 9 Agustus, Benjamin Netanyahu justru menyatakan Israel menolak dokumen 15 poin yang diajukan BoP.
Dengan demikian, sangat jelas, persoalannya bukan sekadar “Hamas mau atau tidak mau menyerahkan senjata”. Persoalannya adalah: apakah Israel bersedia mengakhiri pendudukan?
Namun dalam banyak pemberitaan internasional, urutannya sering dibalik. Seolah-olah perdamaian akan tercipta jika Hamas menyerahkan senjata, lalu Israel mungkin akan mempertimbangkan untuk mundur. Bayangkan jika pada tahun 1947 atau 1948 Republik Indonesia diminta menyerahkan seluruh senjatanya terlebih dahulu kepada Belanda. Setelah itu, Belanda akan “mempertimbangkan” penarikan tentaranya secara bertahap. Apakah kita akan menyebut itu proposal perdamaian? Atau penyerahan diri?
Di tengah riuhnya berbagai pernyataan para elite dunia yang tergabung dalam BoP, yang seolah sedang membantu Palestina, kita perlu mengembalikan pembicaraan kepada titik paling mendasar: Palestina belum merdeka.
Pada akhirnya, Palestina adalah ujian bagi makna kemerdekaan Indonesia. Apakah kalimat “kemerdekaan adalah hak segala bangsa” benar-benar kita yakini sebagai prinsip universal, atau hanya kita rayakan sebagai bagian dari sejarah kita sendiri? Jika kita sungguh percaya bahwa penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi, maka sikap kita terhadap Palestina seharusnya konsisten; tidak sebatas jargon tapi juga terimplementasi dalam kebijakan luar negeri yang tegas, terutama dengan menghentikan berbagai kerja sama yang terkait dengan rezim Zionis.
*Penulis adalah dosen Hubungan Internasional, FISIP UNPAD.







Kemerdekaan adalah Haq_setiap bangsa…
Perjuangan kemanusiaan harus terus di suara_kan..
.
.
Karena Tuhan bersama kemanusiaan
Apa yg bangsa Palestina perjuangkan saat ini adalah sama seperti yg bangsa Indonesia perjuangkan sebelum tahun 1945, yaitu Kemerdekaan. Kita sebagai bangsa yg merdeka sudah seharusnya mendukung bangsa² terjajah seperti Palestina untuk merdeka dan sekaligus menentang penjajahan