
MAKASSAR, KabarKampus – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan peran mereka di tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa. Salah satu program yang dijalankan menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Program bertajuk “Digitalisasi Transaksi UMKM Melalui Pendampingan Pembuatan QRIS” tersebut digagas Olivia Goldwin, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas angkatan 2023. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk mengenal sekaligus memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan QRIS, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami penggunaan transaksi non-tunai dalam kegiatan sehari-hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM di tingkat desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penggunaan QRIS dinilai dapat memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelaku usaha maupun konsumen. Masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital membuat kemampuan menerima transaksi non-tunai menjadi salah satu kebutuhan yang mulai relevan bagi UMKM.
Melalui program KKN-T tersebut, mahasiswa Unhas berupaya memperkenalkan manfaat digitalisasi secara langsung kepada pelaku usaha. Harapannya, teknologi tidak hanya menjadi sesuatu yang dikenal masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas dan pengembangan usaha.
Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan KKN dapat diarahkan pada persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan kegiatan seremonial, tetapi turut memberikan pendampingan yang dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pendampingan pembuatan QRIS di Desa Lompulle diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
Unhas Menjatuhkan Sanksi Berat kepada Mahasiswa
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






