
MEULABOH, KabarKampus – Universitas Teuku Umar (UTU) terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi inovasi mahasiswa, penguatan kapasitas warga kampus, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dari sejumlah kegiatan yang dilakukan UTU sepanjang Agustus 2026.
Mulai dari pengembangan bisnis mahasiswa yang menembus kompetisi nasional dan internasional, pelatihan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, hingga penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa sekolah dasar di Aceh Barat. Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Tim Agriconnect menjadi satu-satunya perwakilan UTU yang lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Rektor UTU menerima audiensi tim tersebut di Meulaboh. Dalam pertemuan itu, Ketua Tim Agriconnect Cut Fitri Warrahmah memaparkan perkembangan usaha, target pengembangan bisnis, sekaligus berbagai kompetisi yang tengah mereka ikuti. Agriconnect saat ini tercatat mengikuti lima agenda utama.
Selain memperoleh pendanaan melalui P2MW 2026, tim tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara II dalam International Community Service (ICS). Tiga agenda lain yang sedang mereka jalani adalah International Essay Competition dalam International Student Summit (ISS) 2026, National Business Plan Competition Piala Himasekta 2026, serta UTU Awards ke-12.
Tidak berhenti pada kompetisi, Agriconnect juga tengah mempersiapkan inovasi digital bernama “Yuk Makan” yang ditargetkan hadir di Google Play Store. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM kuliner lokal mempromosikan produk, meningkatkan penjualan, sekaligus mempertemukan penjual dengan konsumen secara lebih mudah.
Gagasan tersebut berangkat dari aktivitas para anggota Agriconnect di Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Ilmiah (UKM Ri-Pena). Kebiasaan mengamati persoalan sosial dan ekonomi di sekitar mereka kemudian dikembangkan menjadi gagasan bisnis yang memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.
Pengembangan bisnis Agriconnect juga mendapat dukungan dari Pusat Riset Hilirisasi dan Entrepreneurship Development Center (HDEC) UTU melalui proses inkubasi. Dalam audiensi tersebut, tim turut didampingi Ketua Pusat Riset HDEC UTU Muhammad Reza Aulia, Sekretaris HDEC Utari Azrani, serta jajaran pembina UKM Ri-Pena.
Pihak universitas menilai capaian Agriconnect menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan akademik dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Staf UTU Dilatih Hadapi Kebakaran
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






