More

    Mimpi Dunia Lewat Boneka Bantal

    Frino Bariarcianur

    Pameran tunggal "Mimpi Dunia Empuk" karya Agustina Tri Wahyunisngsih dipajang di Via-via Cafe Traveller, Yogyakarta. Pameran berlangsung 22 Desember 2011 - 12 Januari 2012. FOTO : dokumentasi Mixed Art Management

    Karya yang dipajang di Via-via Cafe Traveller Yogyakarta mengundang perhatian. Karya itu berupa boneka-boneka lucu yang bisa menjadi bantal tidur. Mengundang berimajinasi tentang banyak hal di dunia.

    Pembuat karya tersebut bernama Agustina Tri Wahyuningsih, lulusan sarjana jurusan Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Di Yogyakarta ia dikenal sebagai salah satu pekerja seni yang ulet. Ia membantu banyak seniman dalam berbagai event seni di Yogyakarta.

    - Advertisement -

    Meski sejak tahun 1997 sudah berkecimpung di dalam dunia seni, baru tahun 2003 ia memulai menunjukkan karyanya di depan publik. Waktu itu ia meraih penghargaan sebagai juara pertama lomba lukis di kampus Sanata Darma Yogyakarta.

    Dari situlah publik yakin, bahwa Tina tidak hanya piawai mengurus soal manajemen seni dan bekerja di balik layar. Ia pun diakui punya talenta bagus bila berkarya.

    Pameran tunggal bertajuk “Mimpi Dunia Empuk” (Dream of Pillowy World) yang diselenggarakan oleh Mixed Art Management di Via-via Cafe Traveller, Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta, menunjukkan begitu telatennya Tina membuat sebuah karya boneka-bantal.

    Menurut Nunuk Ambarwati dari Mixed Art Management, yang mengelola pameran, Tina memiliki hobi dengan hal-hal yang berkenaan dengan dekorasi, kain katun, dunia dongeng dan ilustrasi didalamnya. “Kombinasi dari latar belakang dan hobinya tersebut, jadilah karya-karya karakter Tina ini,” kata Nunuk.

    Bagi Tina  pameran tunggalnya ini mencoba mengantarkan kita pada imajinasi-imajinasi yang melanglang jauh, membuat kita lebih nyaman dengan dongeng-dongeng yang diciptakan. Tina mengeskplorasi  ide-ide unik dan kreatif lalu menjadikannya sebuah boneka yang lucu dan imut. Menurut Tina, boneka adalah benda yang mengantarkan seseorang bermain, berkesan lucu, imut dan hampir semua kalangan umur menikmati. Dari kanak-kanan hingga dewasa menyukai boneka.

    Tina bersama anaknya Kaysa saat memberikan sambutan pada pembukaan pameran tunggal "Mimpi Dunia Empuk." FOTO : Dokumentasi Mixed Art Management

    “Dan yang jelas aku ingin boneka karyaku tidak hanya sebagai bantal, tapi dia mampu menjadi bagian dari karya yang bisa berada dimana saja, dinikmati siapa saja. Aku ingin mengajak semua penikmat bermain-main di dunia empuk,” kata Tina.

    Sejumlah kalangan seni Yogyakarta juga mengapresiasi karya-karya Tina. Lieke Soe, seorang sahabat dan juga kolektor karya Tina berpendapat,”Meskipun di luar sana, mungkin ada produk-produk yang mirip dan sudah lebih dulu muncul, tetapi karya Tina yang kemudian dilabeli ‘jahitangan’ memiliki kekhasan ala Tina.

    “Cek saja dari pilihan karakter motif kain, jenis kain dan figur boneka yang ia buat, itu khas Tina,” kata Lieke Soe.

    Lain lagi dengan pernyataan Tovic Raharja, Creative & Marketing Grand Pacific Hall, Yogyakarta. Menurutnya tidak ada yang tidak mungkin jika sudah di tangan Tina.

    “Selalu ada ide segar yang muncul. Entah apa yang ada dalam otak dia, mungkin dunianya yang penuh mimpi dan warna, lalu dia wujudkan dalam pernik-pernik cantik dan karya gambar yang mempunyai ciri khas kanak-kanak. Mungkin itulah Tina, di dalam tubuhnya yang tumbuh dewasa dan bahkan sudah menjadi ibu. Dia masih punya khayalan tentang gadis kecil di negeri dongeng,” kata Tovic.

    Tina memang seorang ibu muda. Tapi bukan ibu muda yang hanya duduk diam saja melihat kehidupan ini. Inspirasi untuk membuat karya sudah jauh terpendam, namun hebatnya ia baru merealisasikan di awal tahun 2011, saat ia lebih punya waktu senggang bersama putri cantiknya, Kaysa yang baru berusia 18 bulan. Suaminya, Edo Pillu pun mendukung Tina dalam segala hal.

    Pameran “Mimpi Dunia Empuk” berlangsung dari tanggal 22 Desember 2011 – 12 Januari 2012 di Via-Via Cafe Traveller, Yogyakarta. Jika kesana nikmatilah karya Tina. Sambil bercengkerama dengan sahabat dan kolega, masuk ke alam dunia anak-anak lewat boneka bantal buatan Tina.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here