More

    Pertarungan Moral Pada Jam 10 Malam

    Ahmad Fauzan Sazli

    Ine Febriyanti. FOTO : AHMAD FAUZAN SAZLI

     

     

    - Advertisement -

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    JAKARTA, KabarKampus – Apa jadinya seorang laki-laki dan seorang gadis berada dalam satu ruangan pada malam hari. Banyak kemungkinan yang akan terjadi. Gadis itu bisa diperkosa juga tidak. Tentunya ada pertarungan moral di sana.

    Sebuah film besutan Ine Febriyanti mengulas tentang persoalan moral tersebut. Film itu berjudul “Tuhan Pada Jam 10 Malam.” Film ini berkisah tentang seorang guru moral bernama Marwan Sikumbang. Seorang guru moral SMA Harapan Pancasila. Marwan pada pukul 10 malam berdua dengan seorang gadis berusia 16 tahun bernama Anjani. Anjani adalah murid dan anak tetangga Marwan yang sudah diaggap sebagai anaknya sendiri. Pada pukul 10 malam ada pertarungan dua sisi baik dan buruk  dalam diri Marwan terjadi.

    Kemudian Marwan dikalahkan egonya.  Marwan memperkosa Anjani dan membunuhnya.

    Film ini ditulis dan disutradari Ine Febriyanti. Menurut Ine Tuhan yang dimaksud dalam filmnya adalah ego. Ego itu singkatan dari edging god out yaitu menyingkirkan tuhan keluar dari diri kita, mengeluarkan tuhan dari jiwa kita. “Sifat tuhan yang welas asih hilang dari jiwa kita makanya yang muncul adalah ego, ketika ego keluar, yang muncul adalah malapetaka.”

    Film ini terinspirasi dari kumpulan cerpen Kompas tahun 1996 berjudul Eksperimen Moral. Ine mengungkapkan, manusia kebanyakan manusia mentuhankan ego, manusia banyak mentuhankan hartanya, mentuhankan status sosialnya, mentuhankan jabatannya, dan segala macam yang melekat itu dituhankan.

    Pada kesempatan yang sama dosen filsafat UI dan penyanyi Saras Dewi mengatakan, film ini mengakat soal guru moral yang setiap hari bicara soal moral, baik buruk, pantas tidak pantas namun kalahkan oleh egonya. Mengutip Sigmund Freud, bahwa manusia memiliki sikap grativikasi seksual dalam dirinya, yaitu naluri dasar yang tidak bisa dihindari.

    Film ini dibuat tahun 2010. Film ini bagi Ine adalah film industri rumahan.  Selain itu film ini melibatkan sejumlah mahasiswa magang di dalamnya.

    Bagi Ine Febriyanti  film ini sangat dia sekali, walaupun Ine tidak seekstrim Marwan. Karena manusia selalu ada tarik menarik antara dirinya dan dirinya yang satu lagi.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here