More

    Ada Mantan Presiden Megawati, Oknum Yon Zikon 13 Serang Markas PDIP

    Frino Bariarcianur

    Korban : Bentrok di Jl. Diponegoro 27 Juli 1996

    Saat aparat keamanan menyerang markas PDIP yang dikenal dengan peristiwa 27 Juli. FOTO : Kepustakaan – Presiden.pnri.go.id

    - Advertisement -

    Sabtu tadi malam (20/04/2013) di Lenteng Agung, Jakarta tak begitu ramai. Jalur ini kendaraan selalu memacu dengan kencang. Brak! Terjadi kecelakaan. Jangan membayangkan kecelakaan seperti Rasyid Rajasa. Kecelakaan yang tidak menelan korban jiwa ini terjadi di SPBU NO 3412 605 dekat markas DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Masih belum jelas bagaimana kronologis terjadinya kecelakaan yang melibatkan pelajar SMA dan anggota Batalyon Zeni Konstruksi 13 (Yon Zikon 13) Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tapi apa mau dikata Apa mau dikata. Emosi memuncak. Helm melayang, gigi lepas, babak belur, keributan tak bisa dicegah. Mendengar keributan itu anggota partai PDIP datang untuk melerai.

    Bukan malah selesai malah tambah runyam.

    Giyanto, salah satu petinggi PDIP, mengirimkan pesan singkat. Bunyinya,”Sebanyak 20 orang menyerbu pos dan memukuli anggota PDIP atas nama Supriyatna (Yatna), Priyadi (Priyo) dan Marlan.” Gerombolan ini pun sempat mengaku sebagai anggota Brimo sembari menghajar orang-orang yang tengah duduk di halaman kantor DPP PDIP.

    Pesan singkat Giyanto menjelaskan, ketiga orang tersebut dihajar oleh oknum anggota Yon Zikon 13 yang kalap. Mereka juga membawa senjata tajam berupa sangkur. Alat inilah yang mendarat di kepala Yatna dengan keras.

    Akibat pemukulan dengan gagang sangkur itu, Yatna harus mendapatkan lima jahitan dan dirawat di klinik kantor DPP PDIP.

    Dua orang anggota Yon Zikon 13 merangsek masuk ke dalam markas DPP PDIP. Dua orang ini tidak tahu kalau di dalam sedang ada pertemuan partai. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Puteri yang mantan Presiden RI berada di dalam ruangan. Obrolan itu terhenti. Terganggu.

    Akhirnya dua orang anggota Yon Zikon 13 yang salah masuk kamar diamankan. Dua orang anggota itu bernama Prajurit Kepala (Praka) Juwaidi dan Prajurit Dua (Prada) Rohmat. Keduanya diinterogasi oleh ajudan Megawati yakni Kapten TNI Suwadi.

    Sekitar pukul 22.00 Letjen TNI (Purn) TB Hasanudin yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, datang melihat kondisi. Ada juga Mayjen TNI (Purn) Adang Ruhiyatna anggota DPR RI Komisi 3 dari PDIP. Pihak kepolisian pun hadir. Ada Kasat Intel dan juga Intelkam Polda Metro Jaya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Arsalam dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat.

    Sekitar kantor DPP PDIP dipenuhi aparat. Lampu-lampu mobil patroli berkedap-kedip. Satu truk berisi aparat pun terlihat untuk berjaga-jaga.

    Sementara orang-orang mulai ramai berdatangan. Ingin mengetahui apa yang terjadi di markas DPP PDIP di Lenteng Agung tersebut. Dulu, pada tahun 1996, tepatnya tanggal 27 Juli, markas PDIP yang dulu bernama Partai Demokrasi Indonesia juga pernah diserang oleh aparat keamanan. Jika dulu gara-gara politik Orde Baru kali ini gara-gara kecelakaan.

    Tidak ingin gosip berkembang negatif yang bisa menyebabkan situasi tak aman, jajaran TNI memberi klarifikasi malam itu juga.

    Malam itu Komandan Yon Zikon 13 meminta maaf kepada PDIP atas insiden itu. Kedua anggota nakal itu langsung dibawa untuk diproses hukum. Tidak cukup di situ, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Rukman Ahmad, juga menyampaikan klarifikasi terkait insiden di markas DPP PDIP Lenteng Agung.

    “Itu kesalahpahaman dengan warga, lokasinya di depan kantor PDIP. Bukan penyerangan, nggak ada penyerangan,” ujar Rukman, Minggu (21/04/2013) seperti dilansir DETIK.COM.

    Dari data yang dihimpun KabarKampus, ada 10 anggota Yon Zikon 13 yang akan diproses hukum. Mereka akan dikenai sanksi.

    Malam itu di Lenteng Agung, jalanan yang tidak begitu ramai. Kendaraan selalu memacu dengan kencang. Situasinya sudah aman, Dan.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here