More

    AS Ancam Penjarakan Mahasiswa Iran di Australia

    Ilustrasi, Credit : ABC

    ABCAUSTRALIA – Reza Dehbashi Kivi, seorang mahasiswa asal Iran yang tengah mengambil PhD di Universitas Queensland (UQ) dituduh mengekspor peralatan militer untuk membantu Pemerintah Iran. Pihak yang menuduhnya adalah lembaga berwenang Amerika Serikat.

    Kini Reza terancam diekstradisi ke Amerika Serikat. Tidak hanya itu saja, pria 38 tahun tersebut terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara.

    Pelanggaran yang dituduhkan kepada Reza terjadi tahun 2008. Ketika itu Reza masih tinggal di Iran. Ia dianggap mengekspor peralatan AS untuk mendeteksi pesawat siluman atau rudal ke Iran.

    - Advertisement -

    Daniel Caruana, pengacara Reza dalam persidangan di Pengadilan Magistrat Brisbane hari Jumat menjelaskan, Reza sedang menjalani “beasiswa luar biasa” di UQ untuk studi PhD. Ia juga menyebut Reza sedang meneliti pengembangan sebuah mesin untuk mendeteksi kanker kulit.

    Dia ditangkap pihak berwajib Australia pada hari Kamis dan langsung ditahan. Pihak berwajib AS dilaporkan ingin mengekstradisi dia ke AS untuk menghadapi enam dakwaan.

    Menurut berkas pengadilan, Reza dituduh berkonspirasi untuk mengekspor amplifier khusus yang diklasifikasikan sebagai “artikel pertahanan” dalam daftar amunisi AS. Pemerintah AS menuduh amplifier itu dibeli dari perusahaan-perusahaan Amerika.

    Tuduhan lain menyebutkan Reza “membantu dan bersekongkol dalam ekspor artikel pertahanan dari Amerika Serikat ke Iran”. Permohonan Reza untuk mendapatkan status tahanan luar dengan jaminan ditolak hakim. Putusan ekstradisinya akan berlangsung dalam persidangan 25 Oktober mendatang.

    Menurut Caruana dengan pertimbangan sebagai penerima beasiswa, tak adanya catatan kriminal, serta hubungan dengan masyarakat, seharusnya Reza dibebaskan dengan jaminan. Namun hakim Barbara Tynan menolak permohonan itu. Menurut dia, syarat-syarat bebas dengan jaminan untuk kasus ekstradisi jauh lebih berat daripada kasus domestik.

    “Menurut saya tak ada yang luar biasa bahwa dia pemegang beasiswa dan melakukan studi tingkat tinggi meskipun studi tersebut mungkin bermanfaat bagi masyarakat,” kata hakim Tynan.

    Tynan menyebut, Australia memiliki kepentingan besar dalam menyerahkan seseorang sesuai dengan kewajiban perjanjiannya. Karena di era sekarang, banyak kejahatan bersifat transnasional, rusaknya kerja sama internasional akan menjadi malapetaka.

    “Jika negara lain menganggap tak ada gunanya minta ekstradisi dari Australia, Australia mungkin jadi tempat berlindung untuk sementara waktu bagi mereka yang melakukan kejahatan serius di negara lain,” tuturnya.[]

    Sumber : ABC Australia

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here