More
    Home RUPA KISAH Cerita Mahasiswa Fisip UI Jadi Relawan Covid-19

    Cerita Mahasiswa Fisip UI Jadi Relawan Covid-19

    Javas Rizqi Ramadhan mahasiswa UI yang jadi Relawan RSUI. Dok. UI

    Menjadi relawan Covid-19, bukan hanya ranah mahasiswa rumpun kesehatan saja, mahasiswa rumpun ilmu sosial pun bisa melakukannya. Seperti yang dilakukan Javas Rizqi Ramadhan, mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial, FISIP Universitas Indonesia ini, sejak 1 April 2020 lalu, ia menjadi relawan di Rumah Sakit UI.

    Selama menjadi relawan, Javas ditempatkan di unit Health Care Assistant (HCA) RSUI untuk membantu para perawat dalam menangani pasien COVID-19. Ia bekerja setiap hari (4-5 hari) dengan waktu hingga 7 jam per-hari.

    Pekerjaan yang Javas jalani diantaranya membantu perawat mengambil resep obat ke unit farmasi, mengantarkan sampel darah ke unit laboratorium, dan menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis. Ia juga menyiapkan pakaian bagi para tenaga medis yang bertugas di unit HCA COVID-19.

    Mahasiswa berusia 21 tahun ini mengaku, rasa kemanusiaannya terpanggil, karena melihat kondisi terbatasnya tenaga medis. Selain itu didorong juga oleh empati dalam setiap penyelesaian permasalahan yang selama ini diajarkan Prodi Kesejahteraan Sosial yang selama ini ia tempuh.

    “Saya juga sangat terinspirasi atas ajaran agama yang menyebutkan bahwa menyelamatkan satu orang manusia sama seperti menyelamatkan seluruh manusia. Terlebih support yang diberikan dari orang tua di kampung yang mendukung saya untuk bisa berkontribusi ditengah wabah corona, menjadi motivasi yang tak ternilai,” ujar Javas.

    Javas bercerita, pekerjaan yang dipercayakan kepadanya, bukan jenis bekerjaan yang membutuhkan kompetensi khusus di bidang kesehatan. Sehingga tidak ada kendala saat ia bekerja. Namun pekerjaan ini cukup menguras tenaga, harus  mampu mengatur waktu untuk beristirahat dengan cukup dan mempersiapkan kondisi fisik yang prima.

    Selain itu, saat berkeja, kadang, ia harus menggunakan APD lengkap. Penggunaan APD ini juga cukup melelahkan bagi Javas.

    “Ketika saya menggunakan APD, cukup meletihkan, karena saya tidak bisa bernafas secara leluasa, harus menahan buang air, menahan tidak makan dan minum untuk waktu yang cukup lama,” katanya.

    Bagi Waktu Kuliah

    Javas saat mengenakan APD lengkap

    Meski menjadi relawan, mahasiswa yang menempuh kuliah semester enam ini tetap tak melupakan waktu kuliah. RSUI juga mengizinkannya untuk melakukan penyesuaian jadwal menjadi relawan dengan jadwal kuliah yang ia miliki.

    “Di awal, membagi diri untuk mengerjakan tugas dan relawan terasa cukup berat, namun lambat-laun saya mulai membiasakan untuk mengefektifkan seluang apapun waktu yang saya miliki untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah,” kata Javas.

    Kontribusi Hentikan Covid-19

    Javas mengajak, masyarakat juga berkontribusi menghentikan Covid-19. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, diantaranya menjadi relawan, memberikan donasi, atau cukup dengan menaati pemerintah seperti berdiam diri di rumah, menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, dan tidak mudik.

    Ia juga berharap agar masyarakat dapat menciptakan suasana kondusif di tengah pandemi COVID-19 dengan mencegah penyebaran kabar hoax serta stop memberikan stigma negatif terhadap tenaga medis.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here