
JAKARTA, KabarKampus – Penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI), termasuk jurnalis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak. Sejumlah organisasi pers, keluarga jurnalis, hingga jaringan solidaritas Palestina mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik maksimal untuk membebaskan para relawan dan jurnalis yang ditahan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (18/5) saat armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Siprus. Menurut berbagai laporan, armada tersebut berada ratusan mil laut dari wilayah Gaza dan berada di luar yurisdiksi Israel.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan tersebut dan menilai penahanan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers serta hak publik untuk memperoleh informasi.
Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida, menyebut jurnalis Indonesia yang dilaporkan ikut ditahan yakni Bambang Noroyono dari Republika, Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika sekaligus anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI), Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo dan anggota AJI, serta Rahendro Herubowo dari iNewsTV.
Menurut AJI, para jurnalis tersebut menjalankan tugas jurnalistik yang sah untuk mendokumentasikan dan melaporkan misi sipil internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza. “Ini akibat blokade berkepanjangan serta operasi militer Israel,” kata Nany seperti dikutip dari Pro Health.
AJI menilai tindakan itu bertentangan dengan perlindungan terhadap kebebasan pers sebagaimana dijamin Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik, serta sejumlah instrumen hukum internasional lain yang mengatur perlindungan jurnalis di wilayah konflik.
AJI juga menyatakan menerima laporan pesan darurat serta video SOS yang dikirim Bambang Noroyono dan Andre Prasetyo Nugroho sebelum kontak dengan rombongan hilang. “Penahanan jurnalis yang meliput misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membungkam pemberitaan independen tentang situasi di Gaza,” kata Nany.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






