More

    Jurnalis Indonesia Ditahan Saat Misi Gaza, Berbagai Pihak Desak Pemerintah Bertindak

    Sempat Berkomunikasi dengan Keluarga

    Di tengah sorotan publik, keluarga jurnalis foto Republika, Thoudy Badai Rifan Billah atau Ody, masih menanti kabar terbaru. Suasana cemas menyelimuti keluarga besar di Pondok Pesantren Husainiyah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

    Ibunda Ody, Hani Hanifa Humanisa, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan putranya terjadi pada Senin (18/5) dini hari saat kapal memasuki perairan internasional. “Itu kami masih kontak sampai terakhir kemarin hari Senin jam 02.19 WIB dan dia kirim pesan mengabarkan sudah sampai di perairan internasional yang berarti harusnya sudah aman,” ujarnya seperti dikutip dari JPNN.

    - Advertisement -

    Hani mengaku keluarga sebenarnya telah memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi, termasuk kemungkinan penangkapan. “Kami sudah ngobrol panjang dengan Odi (Thoudy Badai). Saya tanya kondisi secara umum gimana, terus risikonya gimana, risiko yang paling jeleknya itu bagaimana. Kami sudah tahu kondisi di sana,” ujarnya.

    Ia mengaku sempat menolak ketika Ody pertama kali mengikuti pelatihan menuju Gaza pada tahun sebelumnya. Namun setelah melihat tekad kuat anaknya, keluarga akhirnya memberikan izin. “Saat itu saya tidak kasih izin karena kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun, saya melihat ada passion (semangat) Odi sehingga jadi diizinkan,” katanya.

    Meski mengaku syok mendengar kabar penahanan tersebut, keluarga memilih tetap tenang sambil menunggu perkembangan informasi resmi. “Iya saat pertama kali mendengar kabar bahwa kapal delegasi diintersep dan Ody ikut mengalaminya, perasaan saya tentu tak bisa digambarkan. Sedih dan khawatir sebagai ibu adalah hal yang manusiawi. Namun, di saat yang sama, saya tahu saya harus tegar demi Ody,” bebernya seperti dikutip dari Detik.

    Keluarga juga berharap pemerintah Indonesia dapat terus memperkuat langkah diplomatik demi keselamatan seluruh relawan dan jurnalis. “Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait, yang kami yakini tengah bekerja melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan relawan,” ucapnya.Berdasarkan data yang beredar, selain empat jurnalis Indonesia, sedikitnya sekitar seratus aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga dilaporkan ikut ditahan dalam operasi intersepsi tersebut. Hingga kini, berbagai pihak masih menanti kejelasan kondisi dan keberadaan para relawan serta jurnalis yang berada dalam misi kemanusiaan itu.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here