More

    Membedah Kemenangan Strategis Iran atas Amerika Serikat dan Israel

    Posisi Terjepit Israel dan Proyek Greater Israel

    Kekalahan strategis ini menempatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam posisi yang sangat sulit. Di satu sisi, proyek ambisius Greater Israel miliknya mengalami jalan buntu. Militer Israel (IDF) dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem setelah menghadapi perlawanan sengit dari Hezbollah di Lebanon Selatan, sementara Hamas di Gaza tetap bertahan sebagai kekuatan tempur yang utuh.

    Namun, alih-alih melunak, Netanyahu memilih untuk melipatgandakan agresi militernya (doubling down). Menurut Mearsheimer, dengan secara terbuka menolak solusi dua negara (Two-State Solution), Israel diprediksi akan terus terjebak dalam siklus peperangan jangka panjang tanpa akhir yang jelas.

    Kesimpulan

    Kemenangan Iran membuktikan bahwa dalam perang modern, jumlah anggaran militer yang besar tidak selalu menjamin kemenangan atas strategi asimetris yang matang. Melalui kombinasi ketahanan logistik, teknologi rudal yang efektif, dan keunggulan diplomasi, Iran telah berhasil memaksa adidaya dunia untuk tunduk pada realitas konfrontasi yang baru di Timur Tengah/Asia Barat.

    - Advertisement -

    *Sekjen Geostrategy Study Club (GSC)

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here