More

    UNJ Perluas Kerja Sama Internasional dan Susun Standar Pelayanan Publik yang Lebih Transparan

    19 mahasiswa program sarjana untuk mengikuti Mandarin Summer Camp 2026 di Da Yeh University (DYU), Taiwan, yang berlangsung pada 16–30 Juli 2026. (Foto: unj.ac.id)

    JAKARTA, KabarKampus – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat transformasi sebagai perguruan tinggi berkelas internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui perluasan program internasional bagi mahasiswa sekaligus pembenahan tata kelola layanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika maupun masyarakat.

    Salah satu langkah yang dilakukan UNJ adalah mengirimkan 19 mahasiswa program sarjana untuk mengikuti Mandarin Summer Camp 2026 di Da Yeh University (DYU), Taiwan, yang berlangsung pada 16–30 Juli 2026.

    Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Da Yeh University, Universitas Negeri Jakarta, dan Divisi Pendidikan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta. Keikutsertaan mahasiswa UNJ didukung melalui Program EQUITY yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar di tingkat internasional.

    - Advertisement -

    Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, mengatakan program ini merupakan implementasi strategi internasionalisasi kampus yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman belajar lintas negara.

    “Partisipasi mahasiswa UNJ dalam Mandarin Summer Camp di Da Yeh University merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berskala internasional. Selain meningkatkan kompetensi bahasa asing, program ini juga memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas jejaring global, serta membentuk lulusan yang adaptif dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujar Andi seperti dikutip dari situs UNJ.

    Selama berada di Taiwan, para mahasiswa didampingi oleh Rezi Berliana Yasinta sebagai koordinator sekaligus dosen pendamping. Ia bertugas memastikan seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara optimal.

    Sebanyak 19 peserta berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, hingga Fakultas Ilmu Sosial. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi bagian dari upaya UNJ mendorong kolaborasi multidisiplin dalam program internasional.

    Selama dua pekan, mahasiswa mengikuti kelas intensif Bahasa Mandarin tingkat dasar yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi praktis. Selain pembelajaran bahasa, peserta juga diperkenalkan dengan budaya Taiwan melalui berbagai lokakarya, seperti pembuatan snowy mochi, pineapple cake, scallion pancake, layer cake, masker wajah, fabric painting, hingga permainan edukatif yang mengenalkan budaya setempat secara interaktif.

    Program tersebut juga diisi dengan orientasi, pre-test dan post-test, presentasi akhir, upacara penutupan, hingga kunjungan edukatif ke Sun Moon Lake. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai bahasa asing, tetapi juga memiliki perspektif global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun karier di masa depan.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here