
MANGGARAI, KabarKampus – Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) turut dirasakan oleh mahasiswa dan perguruan tinggi. Selain menghadapi kerusakan infrastruktur serta kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, sebagian mahasiswa juga harus berhadapan dengan persoalan keberlanjutan pendidikan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang terdampak bencana. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto saat meninjau kondisi pascabencana di Kabupaten Manggarai, Rabu (26/8).
Pemerintah juga membuka kemungkinan memperpanjang pembebasan UKT selama satu semester apabila kondisi mahasiswa masih membutuhkan dukungan. “Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester kepada 5.000 mahasiswa, dan menambah satu semester lagi kalau memang masih diperlukan,” ungkap Brian seperti dikutip dari Afu ID.
Pembebasan biaya pendidikan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga agar mahasiswa tidak terpaksa menghentikan atau menunda perkuliahan akibat kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana. Pasalnya, pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum.
Banyak keluarga juga harus mengembalikan sumber penghasilan serta memenuhi kebutuhan dasar dalam situasi yang serba terbatas. Dukungan pemerintah tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang berada langsung di wilayah terdampak. Kemdiktisaintek juga menyiapkan skema bantuan bagi mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah bencana.
Kementerian berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memetakan kondisi mahasiswa dan keluarganya. Dukungan psikologis, termasuk trauma healing, juga menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam proses pemulihan.
Pendataan menjadi penting karena kebutuhan setiap mahasiswa dapat berbeda. Sebagian mungkin membutuhkan keringanan biaya pendidikan, sementara lainnya membutuhkan bantuan untuk kebutuhan hidup, dukungan psikososial, atau pendampingan setelah kehilangan tempat tinggal dan sumber pendapatan keluarga.
Kemdiktisaintek bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) juga terus memperbarui pemetaan mahasiswa dan perguruan tinggi yang terdampak sebagai dasar menentukan bentuk bantuan berikutnya.
Kondisi di Lapangan Masih Berat
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






