More

    Ketika Mekah Diseret ke Medan Perang Informasi: Pentingnya Cek Fakta!

    Jejak lama perang narasi

    Kontroversi semacam ini bukan pertama kali terjadi.

    Pada Oktober 2016, koalisi Saudi mengatakan sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi diarahkan ke Mekah dan berhasil dihancurkan sekitar 65 kilometer dari kota suci itu. Houthi mengakui meluncurkan rudal Burkan-1 ke wilayah Saudi, tetapi mengatakan sasarannya adalah Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, bukan Mekah.

    Pada Juli 2017 pola serupa kembali terjadi.

    - Advertisement -

    Saudi mengatakan rudal Houthi ditembak jatuh sekitar 69 kilometer dari Mekah dan menuduh serangan tersebut mengancam pelaksanaan ibadah haji. Houthi, sebaliknya, mengatakan rudalnya diarahkan ke Pangkalan Udara King Fahd di Taif.

    Artinya, sengketa tentang apa yang diluncurkan, ke mana arahnya, dan apa sasaran sebenarnya telah menjadi bagian dari perang informasi Saudi–Houthi selama bertahun-tahun.

    Dan di era media sosial, sengketa semacam itu menjadi jauh lebih berbahaya.

    Satu video lama dapat diberi judul baru. Satu ledakan dari kota lain dapat dipindahkan ke Mekah hanya dengan sebuah caption. Dalam hitungan menit, ribuan akun dapat meneruskannya. Setelah jutaan orang melihatnya, koreksi sering datang terlambat.

    Mengapa Mekah sangat mudah dijadikan bahan perang informasi?

    Karena Mekah bukan sekadar titik geografis.

    Ia memiliki nilai simbolik dan spiritual yang luar biasa besar bagi umat Islam. Setiap hari Muslim di seluruh dunia menghadap Ka’bah ketika shalat. Setiap tahun jutaan orang datang untuk menjalankan haji dan umrah.

    Narasi tentang “serangan terhadap Mekah” karena itu membawa kekuatan emosional yang tidak dimiliki serangan terhadap fasilitas militer biasa.

    Kemarahannya dapat melintasi batas negara, bahasa, mazhab, dan ideologi.

    Dalam situasi semacam inilah kewaspadaan justru harus meningkat.

    Semakin besar sebuah informasi mengundang rasa takut, marah atau membangkitkan sentimen kita, semakin besar pula kebutuhan untuk menghentikan jari beberapa menit sebelum menekan tombol share.

    Sebab emosi adalah bahan bakar utama penyebaran disinformasi.

    Dalam perang, informasi juga bisa melukai

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here