More

    OPINI

    Menyemai Gerakan Literasi Sebagai Praksis Kepribadian Nasional

    Kemerdekaan dan Kepribadian Nasional adalah laksana dua anak kembar yang melengket satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan tanpa membawa bencana kepada masing-masing, begitulah petikan pidato presiden Sukarno, tertanggal 17 Agustus 1961, yang termuat dalam terbitan khusus departemen penerangan (kini komdigi)  berjudul Resopim (revolusi- Sosialisme Indonesia-pimpinan nasional) (Soekarno, 1961).

    Dunia Bergerak ke Puncak Perlawanan; Indonesia ke Samudra Negosiasi

    Kini, Indonesia punya pilihan: - Naik bersama para pendaki: bergabung dengan gelombang global yang menuntut penghentian blokade dan genosida, tanpa menunggu janji dua negara yang mengambang. - Tenggelam dan menunggu pasang surut diplomasi: menunda sikap sampai “negara Palestina merdeka” terwujud—yang kian jauh dari jangkauan.

    Tiga Poros Pendidikan Tinggi Indonesia

    Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas, tetapi tiga di antaranya, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), sering disebut sebagai tiga poros pendidikan tinggi Indonesia. Ketiganya memiliki sejarah panjang, reputasi akademik yang kuat, dan kontribusi signifikan bagi bangsa.

    Mother’s Day; Mimpi Buruk Perempuan Palestina

    Perempuan-perempuan di Palestina harus mengalami fase-fase terburuk dalam hidup. Di Indonesia, kita mungkin takut keluar larut malam, di Palesitna perempuan takut setiap waktu. Sewaktu-waktu mereka bisa diculik oleh Israel, tidak hanya malam hari. Setiap detik di Palestina adalah saat-saat mencekam dan menakutkan. Mereka bahkan lelah karena rasa takut. 

    Aktivisme Transnasional Kota-Kota Mendukung Palestina

    Sejumlah kota di daratan Eropa juga menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan mengecam kejahatan sistemik yang dilakukan oleh Israel. Kota-kota di benua biru ini bukan hanya menjadi pusat gelombang protes pro-Palestina, tetapi juga menginisiasi berbagai kebijakan yang bertujuan memberikan tekanan kepada Israel melalui beragam bentuk aktivisme. 

    Menyemai Semangat Kebangkitan Nasional dalam Jiwa Pemuda Muslimin

    Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional—sebuah momen historis yang menandai kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit dari keterjajahan dan keterbelakangan. Namun lebih dari sekadar seremoni, Hari Kebangkitan Nasional adalah momentum reflektif untuk menyalakan kembali api semangat perjuangan, khususnya di kalangan pemuda.

    Melihat Palestina dari Kacamata Perdamaian

    Beberapa peace maker tidak setuju dengan tindakan Hamas yang membalas perbuatan Israel. Banyak orang beragama mengatakan bahwa jika kita dizalimi kita tak boleh membalas. Alasannya, Tuhan Maha Kasih dan Penyayang. Kita harus menebarkan kasih sayang kepada seluruh alam. Mari kita lihat apa yang terjadi pada Palestina sesungguhnya.

    KABAR LAINYA