More

    Blue Lagoon, Wisata Air Ala Jogja

    Hartanto Ardi saputra

    Suasana pemandian Blue Lagoon Yogyakarta. Foto : FB Blue Lagoon.
    Suasana pemandian Blue Lagoon Yogyakarta. Foto : FB Blue Lagoon.

    Yogyakarta memiliki segudang tempat wisata. Salah satunya, wisata sungai dan air bernama Blue Lagoon  yang berada di aliran sungai Tepus, Dusun Dalem, Widodomartani, Nemplak, Sleman.

    Blue Lagoon merupakan ceruk yang dialiri lima sumber mata air. Ceruk ini berbentuk bulat dengan diameter lima meter persegi.

    - Advertisement -

    Di pinggir ceruk tersebut terdapat bendungan sungai dengan ketinggian tujuh meter. Dari atas bendungan tersebut, pengunjung tak perlu was-was melompat ke bawah. Karena kedalaman ceruk itu mencapai empat meter.

    Suhadi, Ketua Pengelola Blue Lagoon mengatakan, wisata ini diberi nama Blue Lagoon karena airnya jernih berwarna kebiru-biruan. “Khususnya jika di musim kemarau airnya terlihat biru. Makanya disebut Blue Lagoon,” Ujarnya.

    Blue Lagoon juga memiliki panorama alam yang eksotis. Di sekelilinginya terdapat pohon besar yang membentuk kanopi. Di bawah pohon-pohon tersebut disediakan beberapa gubuk sebagai tempat istirahan pengunjung. Dari gubuk tersebut pengunjung bisa duduk memandang hamparan sawah.

    Pada Maret 2015, bertepatan dengan Hari Air Sedunia, Sri Purnomo, Bupati Sleman, meresmikan Blue Lagoon sebagai desa wisata. “Karena menjadi desa wisata, kami  telah meningkatkan fasilitas pengunjung dengan menyediakan home stay,” imbuh Suhaidi.

    Selain itu pihak pengelola juga meningkatkan prosedur keamanan objek wisata dengan membentuk tim Rescue dengan alat kerja seperti pelampung dan ban. “Biaya retribusi tiga ribu rupiah itu sudah termasuk asuransi dan donasi untuk kegiatan sosial,” ujar Suhaidi.

    Dewi Norma, salah satu pengunjung mengaku, dirinya baru pertama kali mengunjungi Blue Lagoon. Meskipun kesan pertamanya melihat wisata ini biasa-biasa saja, ia mengaku betah berada di Blue Lagoon.

    “Cukup unik karena di dalam desa dan banyak panorama alamnya,” ujar  mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

    Namun kata Dwi  menyarankan pihak pengelola untuk menyediakan tempat berenang untuk wanita. “Tadi aku tidak berenang karena isinya cowok semua. Seharusnya tempat ini dibuat dua bagian, untuk cowok dan cewek.”

    Selain itu kata, Dewi pengelola juga menyediakan area berkemah untuk kegiatan mahasiswa. “Lebih seru lagi jika disediakan rute tracking menyusuri sungai.”[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here