More

    Mapala Kehutanan UGM Eksplor Way Kambas

    Tim ekspedisi 50 Taman Nasional berfoto bersama di Taman Way Kambas, Lampung Timur, Selasa, 21/02/2017). Dok. UGM

    YOGYAKARTA, KabarKampus – Sebanyak enam anggota Mahasiswa Pencinta Alam Silvagama Fakultas Kehutanan UGM melakukan eksplorasi di Taman Nasional Way Kambas pada tanggal 09 – 23 Januari 2017 lalu. Selama 13 hari mereka melakukan observasi serta temu dengan Balai Taman Nasional Way Kambas dan lembaga-lembaga yang terkait dengan usaha konservasi fauna langka.

    Ekspedisi di salah satu ASEAN Heritage Park di tanah Sumatera ini merupakan satu dari 50 ekspedisi yang digelar Mapala Silvagama. Eksplorasi Way Kabas merupakan merupakan gong pembuka dalam ekspedisi 50 Taman Nasional tersebut.

    Enam anggota yang tergabung dalam tim Ekspedisi 50 Taman Nasional adalah Aniyah Riansari, Adinda C. Milaba, M. Reza Ananta P, Febrian E. Nugraha, Astried Canthika H., dan Okti Fathony Purnama. Dalam ekspedisi di Way Kambas mereka mengangkat tema  “Usaha Konservasi Fauna Langka”.

    - Advertisement -

    Adinda C Milaba selaku Ketua Ekspedisi 50 Taman Nasional mengatakan, dari 52 Taman Nasional yang ada di Indonesia, Taman Nasional Way Kambas terbilang sebagai salah satu taman nasional yang masyhur dengan keragaman jenis mamalia besar yang ada. Mereka sengaja memilih Way Kambas karena merupakan kawasan konservasi yang berorientasi pada pengelolaan populasi dan habitat satwa-satwa langka, khususnya mamalia. Di samping itu, Taman Nasional Way Kambas juga turut berkolaborasi dengan berbagai mitra diantaranya adalah Suaka Rhino Sumatera (SRS), Pusat Konservasi Gajah (PKG), dan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS).

    “Eksplorasi yang dilakukan tim lapangan mengenai usaha konservasi fauna langka membuka informasi mengenai bagaimana pihak taman nasional beserta mitra-mitra yang turut bekerja sama melindungi ekosistem Taman Nasional Way Kambas,” imbuhnya.

    Setelah ekspedisi, para mahasiswa ini akan melanjutkan ekspedisi ke 49 Taman Nasional lainnya. Hasil eksplorasi atau data-data yang diperoleh selama ekspedisi, terutama data-data seputar usaha konservasi di taman nasional tersebut nantinya akan dipublikasikan.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here