More

    Diplomasi Gula Aren Indonesia di Amerika Latin

    Ilustrasi / clintonfoundation.org

    Manisnya gula kerap dianggap tak semanis dampaknya bagi kesehatan, terkecuali gula aren. Manisnya gula berwarna cokelat ini ternyata ramah bagi pengidap diabetes. Dan, sedikit yang tahu, Indonesia merupakan produsen gula aren terbesar di dunia.

    Jembatan Perdagangan

    INA-LAC atau Indonesia Amerika Latin dan Karabia merupakan sebuah forum bisnis untuk meningkatkan volume hubungan perdagangan dan investasi. Forum ini dihelat perdana pada Oktober 2019 silam melalui Kementerian Luar Negeri RI. Amerika Latin di mata Indonesia merupakan mitra dagang potensial, pasalnya, kawasan ini dihuni populasi sekira 260 juta jiwa. Alhasil, jumlah ini menjadi motif utama dalam hubungan dagang Indonesia dengan Amerika Latin dan Karabia.

    Selain jumlah populasi, penduduk di kawasan ini menghadapi ancaman diabetes. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan pada tahun 2019 ada 32 juta orang dewasa berusia antara 20 hingga 79 hidup dengan diabetes di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan (South America and Central America, SACA). Brazil, Colombia, Argentina, Venezuela, dan Chile merupakan 5 negara dengan penderita diabetes tertinggi.

    - Advertisement -

    Sementara itu, kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Latin-Karabia selama ini yang menjadi andalan adalah minyak sawit (crude palm oil/CPO), tekstil, produk olahan kayu, kertas  dan bubur kertas, serta produk pertambangan.

    Padahal, bila menengok tingginya jumlah penduduk dan pengidap diabetes di kawasan ini, gula aren berpeluang menambah daftar panjang komoditas Indonesia yang diperdagangkan.

    Gula Aren untuk Diabetes?

    Penderita diabetes perlu memerhatikan dengan teliti kandungan gula yang terdapat dalam setiap produk pemanis. Untuk gula aren, kandungan sukrosanya sebesar 70-79%. Termasuk di dalamnya adalah kandungan glukosa dan fruktosa masing-masing sebesar kira-kira 35%. Angka ini terbilang lebih rendah dari gula putih yang mengandung sukrosa sebesar 99,9-100%. Termasuk di dalamnya adalah 50% glukosa dan 50% fruktosa.

    Gula aren menawarkan indeks glikemik sebesar 35. Angka ini hampir dua kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan gula putih yang indeks glikemiknya kira-kira 60-65. Inilah yang menyebabkan banyak penderita diabetes mulai meninggalkan gula putih dan beralih ke gula aren.

    Penelitian Nur Fadhilah tentang penggunaan gula putih dan gula aren bagi penderita diabetes di Desa Bulokarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, menghasilkan perbedaan selisih pada peningkatan gula darah. Distribusi rata-rata perubahan kadar gula pada kelompok gula aren 25, 56 mg/dl dengan standar deviasi 11,74 mg/dL.

    Sedangkan perubahan kadar gula darah pada kelompok gula pasir didapat rata ­ rata 45,80 mg/dl dengan standar deviasi 14,92 mg/dl. Dengan p value 0.00 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan selisih peningkatan kadar gula yang signifikan antara konsumsi gula pasir dan gula aren terhadap kadar gula darah. Sehingga diharapkan penderita diabetes untuk meninggalkan konsumsi gula putih dan berpindah ke gula aren.

    Ekspor Gula Aren

    Sebelum berbicara jauh soal hubungan dagang, apalagi berorientasi ekspor konsumsi, ada hal yang perlu diperhatikan, yakni kualitas barang. Indikator ini menjadi penting, mengingat banyak negara yang membuat standarisasi suatu barang untuk di ekspor ke sebuah kawasan atau negara. Konsekuensinya, untuk rencana ekspor mutu standar negara tujuan harus dikejar.

    Banyaknya penderita diabetes di kawasan Amerika Latin dan Karabia merupakan peluang bagi Indonesia sebagai penyuplai gula aren. Tak menutup kemungkinan, kelak bukan hanya di satu kawasan tapi juga mampu menjadi jawaban atas perkembangan diabetes di seluruh dunia.

    Sudah ada beberapa daerah yang melakukan ekspor gula aren ke berbagai negara. Salah satunya adalah Kabupaten Lebak, Banten yang menjadi sentra unggulan gula aren dengan 11.000 unit usaha dan menyerap tenaga kerja 22.000 orang.

    Gula aren asal Kabupaten Lebak menembus pasar dunia, seperti Australia, Belanda, Korea Selatan dan Italia. Seperti diakui Anwar (55), perajin gula aren di Sobang, setiap bulan ia mengekspor gula aren jenis produksi gula semut ke Australia antara 20-30 ton.

    Selain Lebak di Banten, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) juga mengekspor gula aren komoditas produksi petani ke Amerika Serikat pada akhir bulan Oktober 2017. Gula aren yang diekspor ke Amerika sebanyak 14 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 30.800 dolar Amerika Serikat (AS).

    Peran Pemerintah

    Potensi ekspor gula aren di Indonesia memerlukan perhatian pemerintah pusat dan masuk dalam agenda nasional. Hal ini bisa dimulai dengan perbaikan mutu nasional dengan sistematis sampai dengan ekspor. Selama ini, ekspor gula aren banyak digeluti oleh pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat. Karenanya wajar, jika potensi gula aren tidak begitu signifikan dibanding dengan potensi yang ada.

    Keseriusan dalam ekspor gula aren akan menjadi bukti bagi pemerintah Indonesia untuk memangkas mafia impor gula putih dalam negeri. Langkah Sri Mulyani yang menaikkan cukai minuman berpemanis adalah langkah tepat untuk mengurangi kemungkinan penggunaan pemanis berlebih sebagai salah satu penyebab diabetes.

    Seiring itu pula, penguatan riset tentang gula aren harus segera dilakukan dengan serius agar gula aren selain dapat memenuhi pasar internasional di kawasan Amerika Latin juga diminati di dalam negeri.[]

    *Penulis adalah Ketua Divisi Regional Brief America Issues Geostrategy Study Club (GSC) dan mahasiswa S2 Ilmu Politik Universitas Padjajaran.

    Penulis: Try Adhi Bangsawan, anggota Geostrategy Study Club (GSC).

    Referensi :

    https://idf.org/our-network/regions-members/south-and-central-america/diabetes-in-saca.html
    http://harnas.co/2018/12/12/gula-aren-lebak-jadi-unggulan-ekspor
    https://dunia.tempo.co/read/1252283/indonesia-buka-bisnis-forum-dengan-amerika-latin-dan-karibia
    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here