More

    Kenapa Semakin Banyak Mahasiswa Menolak Organisasi Kampus?

    Hari ini, mahasiswa bisa belajar memimpin tim saat magang di perusahaan rintisan. Mereka bisa mengelola proyek bersama teman dari berbagai negara melalui platform digital. Mereka bisa membangun komunitas sendiri tanpa harus melewati struktur organisasi yang panjang. 

    Bahkan menjadi ketua panitia sebuah acara kini tidak selalu lebih berharga dibanding memimpin proyek kecil yang benar-benar menghasilkan sesuatu. Dunia kerja ikut mengubah cara mahasiswa memandang masa depan. Kalau dulu pewawancara mungkin bertanya, “Pernah jadi ketua organisasi?”

    Sekarang pertanyaannya berubah. “Apa yang pernah kamu buat?”, “Apa proyek terbaikmu?”, “Pernah magang di mana?”, “Portofolionya bisa saya lihat?”, Perubahan itu membuat mahasiswa mulai menghitung ulang nilai dari setiap aktivitas yang mereka jalani.

    - Advertisement -

    Empat jam rapat organisasi terasa berbeda jika dibandingkan dengan empat jam menyelesaikan proyek yang bisa masuk ke dalam portofolio. Bukan semata soal uang, tetapi soal peluang. Generasi sekarang tumbuh dalam situasi yang jauh lebih kompetitif. 

    Mereka melihat lulusan terbaik pun belum tentu langsung mendapat pekerjaan. Mereka membaca berita tentang ribuan sarjana yang masih menganggur. Mereka menyaksikan perusahaan lebih tertarik pada pengalaman nyata daripada sekadar daftar jabatan.

    Dalam situasi seperti itu, wajar jika banyak mahasiswa mulai bertanya: apakah organisasi masih menjadi investasi terbaik? Sayangnya, sebagian organisasi kampus justru belum menjawab pertanyaan itu. Tidak sedikit organisasi yang masih sibuk dengan persoalan internal. 

    Energi habis untuk pemilihan ketua, tarik-menarik kepentingan, konflik antarpengurus, hingga program kerja yang dikerjakan karena tradisi, bukan karena kebutuhan mahasiswa. Tidak semua organisasi memang demikian. Masih banyak yang sehat, produktif, dan benar-benar menjadi ruang belajar.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here