More

    Menjinakkan Gurita Kapitalisme: Mengapa Koperasi Bukan Lagi Sekadar “Alternatif Pinggiran”

    Meskipun memiliki daya tawar yang luar biasa, secara objektif kita harus mengakui bahwa koperasi belum bisa menjadi solusi tunggal mutlak yang menghapus kapitalisme dalam semalam. Ada tantangan struktural yang nyata:

    • Kecepatan Akumulasi Modal: Untuk industri teknologi tinggi yang membutuhkan riset bernilai miliaran dolar dalam waktu singkat (seperti kecerdasan buatan/AI atau dirgantara), sistem kapitalis yang didukung modal ventura raksasa bergerak jauh lebih cepat dibanding proses pengambilan keputusan demokratis di koperasi.
    • Paradoks Pasar Global: Koperasi besar sering kali menghadapi risiko co-operative degeneration, di mana ketika mereka tumbuh terlalu raksasa di pasar internasional, manajemen atas cenderung mulai berjarak dari anggotanya dan berperilaku mirip korporasi biasa.

    Koperasi mungkin bukan obat tunggal yang menghapus seluruh sistem ekonomi lain. Namun, menjadikannya sekadar “alternatif pinggiran” adalah kesalahan sejarah yang besar.

    Masa depan ekonomi dunia yang lebih adil terletak pada Ekosistem Ekonomi Plural. Koperasi harus didorong untuk duduk setara sebagai pilar utama bersama dengan sektor publik (negara) dan sektor swasta. Sektor swasta kapitalis mungkin tetap ada untuk memacu inovasi teknologi yang super cepat, namun sektor-sektor strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti pangan, pertanian, energi lokal, dan keuangan dasar harus dikuasai oleh koperasi.

    - Advertisement -

    Ketika dunia hari ini semakin lelah dengan ketimpangan yang diciptakan oleh keserakahan kapitalisme murni, koperasi hadir bukan lagi sebagai pilihan romantis masa lalu. Ia adalah solusi paling logis, demokratis, dan nyata untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan masyarakat.

    *Alumnus Hubungan Internasional & Peneliti Sabumi Barisan Foundation.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here