Kehancuran ekonomi dan hilangnya kemampuan untuk bangkit
Di tengah penderitaan kemanusiaan, fondasi ekonomi Gaza juga mengalami keruntuhan.
Sekitar 1,7 juta penduduk masih berada dalam pengungsian dan terputus dari tanah maupun sumber penghidupannya.
Tingkat pengangguran, menurut angka tahun 2025 yang dikutip Euro-Med, mencapai 78 persen.
Kemiskinan meluas ke sebagian besar penduduk.
Bagi keluarga yang kehilangan rumah, pekerjaan, dan aset produktif, bantuan kemanusiaan menjadi satu-satunya sarana untuk bertahan.
Namun, ketergantungan terhadap bantuan berlangsung bersamaan dengan pembatasan pasokan kebutuhan pokok.
Inilah lingkaran penderitaan yang digambarkan Euro-Med Monitor.
Penduduk kehilangan kemampuan menghasilkan pendapatan, sementara akses terhadap bantuan dan kebutuhan dasar juga dibatasi.
Mereka tidak dapat kembali bekerja karena tanah dan fasilitas ekonomi tidak dapat diakses. Mereka tidak dapat membangun kembali rumah karena material konstruksi dibatasi.
Bahkan ketika serangan berhenti, kerusakan yang telah terjadi tidak serta-merta memungkinkan kehidupan kembali normal.
Pemulihan memerlukan akses terhadap tanah, perumahan, pekerjaan, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Tanpa itu semua, pengungsian berisiko menjadi keadaan berkepanjangan, bukan sekadar kondisi sementara akibat krisis.
Euro-Med memperingatkan bahwa penghancuran dan pembatasan yang berlangsung bersamaan telah merusak kemampuan masyarakat Palestina untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonominya.
Dunia dihadapkan pada tanggung jawab hukum
Laporan Euro-Med Monitor tidak berhenti pada pendokumentasian penderitaan.
Organisasi tersebut mengaitkan genosida warga Gaza dengan kewajiban negara-negara berdasarkan hukum internasional.
Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat dalam perkara berdasarkan Konvensi Genosida.
Tindakan tersebut antara lain mewajibkan Israel mengambil langkah-langkah dalam kewenangannya untuk mencegah tindakan yang dilarang Konvensi Genosida serta memastikan tersedianya layanan dasar dan bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza.
Euro-Med menilai tindakan Israel terus melanggar kewajiban tersebut. Genosida terus berlanjut.
Organisasi itu juga menyoroti serangan terhadap pekerja bantuan, pembatasan perbaikan jaringan air dan sanitasi, serta pencemaran lingkungan akibat limbah yang tidak diolah.
Menurut Euro-Med, keberlanjutan genosida tersebut, meskipun konsekuensi kemanusiaannya telah diketahui, memperkuat bukti bahwa penduduk Gaza sengaja ditempatkan dalam kondisi kehidupan yang mengancam kelangsungan hidup mereka secara keseluruhan.
Menghentikan penderitaan, memulihkan kehidupan
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






