Menghentikan penderitaan, memulihkan kehidupan
Euro-Med Monitor menyerukan tindakan internasional yang melampaui pernyataan keprihatinan.
Organisasi tersebut mendesak negara-negara di dunia menghentikan genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Menghentikan pembunuhan, kelaparan, dan pemindahan paksa penduduk Gaza.
Pengepungan Gaza harus diakhiri. Perlintasan darat harus dibuka secara permanen bagi pergerakan manusia dan barang.
Makanan, obat-obatan, bahan bakar, material perlindungan, serta peralatan untuk memperbaiki jaringan air dan sanitasi harus dapat masuk tanpa hambatan.
Pasien dan korban luka yang tidak dapat ditangani di Gaza harus memperoleh kesempatan evakuasi medis, dengan jaminan hak untuk kembali.
Euro-Med juga menyerukan penghentian perdagangan senjata dan komponen persenjataan dengan Israel, pengakhiran kerja sama militer yang dapat berkontribusi terhadap pelanggaran, serta penerapan sanksi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Organisasi itu meminta negara-negara mendukung penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC), termasuk kerja sama dalam pelaksanaan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant.
Selain pertanggungjawaban hukum, Euro-Med menekankan pentingnya pelestarian bukti, pemulihan kerugian korban, serta jaminan hak rakyat Palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka, kembali ke tempat asal, dan terlibat dalam pembangunan kembali masyarakatnya.
Gaza dan pertanyaan tentang kemanusiaan
Hampir tiga tahun genosida sejak Oktober 2023, Gaza menghadapi kenyataan yang semakin berat.
Lebih dari dua juta manusia terkonsentrasi dalam wilayah yang terus menyusut. Ratusan orang dilaporkan meninggal akibat kelaparan. Puluhan ribu anak kehilangan orang tua. Ratusan ribu lainnya kehilangan pendidikan.
Di tengah semua itu, kehidupan tetap harus berlangsung.
Orang-orang masih harus mencari air. Para ibu masih harus merawat anak. Mereka yang sakit masih membutuhkan pengobatan. Anak-anak masih membutuhkan kesempatan untuk belajar dan bermain.
Laporan Euro-Med Monitor memperlihatkan bahwa tragedi Gaza tidak dapat dipahami semata-mata melalui jumlah bangunan yang hancur atau korban yang meninggal.
Ada persoalan yang lebih mendasar: hilangnya kondisi yang memungkinkan sebuah masyarakat mempertahankan kehidupannya.
Rumah, tanah, sekolah, rumah sakit, pekerjaan, air bersih, dan hubungan keluarga bukan sekadar fasilitas tambahan. Semuanya merupakan fondasi kehidupan manusia.
Ketika fondasi-fondasi itu dihancurkan atau tidak dapat diakses secara bersamaan, sebuah masyarakat menghadapi ancaman yang jauh melampaui kehancuran fisik.
Dan ketika lebih dari dua juta manusia harus bertahan dalam keadaan demikian, pertanyaannya bukan lagi sekedar kapan genosida akan berakhir.
Pertanyaannya adalah apakah dunia akan memastikan bahwa mereka yang selamat masih memiliki tempat untuk pulang, sarana untuk hidup, dan kesempatan membangun masa depan.
Sebab, bagi rakyat Gaza, bertahan hidup seharusnya bukan menjadi satu-satunya cita-cita.
Mereka juga berhak untuk hidup dengan aman, bermartabat, dan merdeka.
*
Penulis: Furqan AMC, Sekjen Free Palestine Network (FPN)






