More

    Jewish Voice for Peace: Ketika Suara Yahudi Berdiri Bersama Palestina

    Aksi 500 Anggota Jewish Voice for Peace Menduduki Patung Liberty, 6 Novemmber 2023. (Foto: STEPHANIE KEITH / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP via Aljazeera)

    2021: Mobilisasi Gaza Membesar

    Ketika kekerasan meningkat di Sheikh Jarrah, Yerusalem dan Gaza pada Mei 2021, infrastruktur yang dibangun selama bertahun-tahun mulai terlihat.

    Menurut laporan tahunan organisasi, anggota JVP ikut mengorganisasi atau berpartisipasi dalam lebih dari 100 demonstrasi dan aksi ritual Yahudi di sedikitnya 36 kota Amerika Serikat.

    Namun semua itu masih menjadi pendahuluan bagi ledakan mobilisasi setelah 7 Oktober 2023.

    - Advertisement -

    Capitol Hill: Ratusan Ditangkap

    Tanggal 18 Oktober 2023, ribuan demonstran berkumpul di Washington.

    JVP bersama IfNotNow, organisasi aktivis Yahudi lainnya, mengorganisasi demonstrasi menuntut gencatan senjata di Gaza.

    Ratusan demonstran kemudian melakukan sit-in di rotunda Cannon House Office Building di kompleks Kongres Amerika Serikat. Polisi Capitol menyatakan lebih dari 300 orang ditangkap. Para demonstran mengenakan kaus bertuliskan seruan Yahudi untuk gencatan senjata.

    Aksi itu memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya jarang terlihat dalam skala sebesar itu: identitas Yahudi digunakan secara terbuka sebagai bahasa politik untuk memprotes kebijakan pemerintah Israel.

    Sembilan hari kemudian datang Grand Central.

    Lalu JVP memilih simbol Amerika yang bahkan lebih besar.

    Menduduki Kaki Patung Liberty

    Pada 6 November 2023, sekitar 500 anggota dan pendukung JVP-NYC berkumpul di Liberty Island.

    Mereka duduk di dasar Patung Liberty.

    Di tempat yang identik dengan imigrasi, pengungsian dan cita-cita kebebasan Amerika itu, para aktivis menyerukan gencatan senjata. Reuters mencatat ratusan demonstran mengikuti aksi tersebut.

    Pilihan lokasinya sarat simbol.

    Puisi The New Colossus karya penyair Yahudi-Amerika Emma Lazarus terpasang di monumen tersebut. Bagi para aktivis JVP, simbol perlindungan bagi orang-orang yang terusir itu mereka hubungkan dengan kondisi warga Palestina.

    Di sinilah salah satu ciri khas JVP terlihat: ritual, sejarah dan simbol Yahudi dibawa masuk ke dalam aksi solidaritas Palestina.

    Kaddish—doa berkabung Yahudi—dibacakan dalam demonstrasi. Shabbat menjadi ruang protes. Ingatan terhadap Holocaust muncul dalam slogan yang mereka gunakan: gagasan “Never Again” diterjemahkan sebagai kewajiban universal agar tragedi kemanusiaan tidak menimpa siapa pun.

    Kembali ke Kongres

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here