
Kembali ke Kongres
Mobilisasi itu tidak berhenti pada 2023.
Pada 23 Juli 2024, sehari menjelang pidato Benjamin Netanyahu di Kongres Amerika Serikat, aktivis JVP kembali memenuhi Cannon House Office Building.
Mereka mengenakan kaus merah bertuliskan “Not in Our Name” dan menyerukan penghentian bantuan senjata Amerika Serikat kepada Israel.
JVP mengatakan lebih dari 250 demonstran ditangkap dari sekitar 400 peserta; Polisi Capitol menyebut jumlah penangkapan sekitar 200 orang.
Perbedaan angka tersebut penting dicatat. Namun skala aksi menunjukkan satu hal: JVP telah berubah dari kelompok kecil mahasiswa Berkeley menjadi organisasi yang memiliki kemampuan mobilisasi nasional.
Laporan tahunannya menyebut jaringan anggota dan pendukungnya telah tumbuh menjadi lebih dari 750.000 orang. Angka itu merupakan kategori gabungan “members and supporters”, bukan jumlah anggota formal Yahudi semata, sehingga tidak dapat digunakan untuk menghitung proporsi Yahudi Amerika yang mendukung JVP. Pada konferensi nasional JVP di Baltimore pada 2025, sekitar 2.000 peserta hadir; Religion News Service melaporkan organisasi itu memperoleh lebih dari 20.000 anggota baru dalam setahun sebelumnya.
Sebuah Pertarungan di Dalam Komunitas Yahudi
Hampir 30 tahun setelah tiga mahasiswa Berkeley membentuk kelompok kecil pada 1996, pertanyaan yang dibawa Jewish Voice for Peace justru semakin besar.
Apakah keselamatan Yahudi harus selalu identik dengan dukungan terhadap negara Israel?
JVP menjawab tidak.
Banyak organisasi Yahudi lain menjawab berbeda—dan sebagian menganggap pandangan JVP berbahaya bagi legitimasi Israel atau bahkan bagi keamanan komunitas Yahudi.
Perdebatan itu mungkin tidak akan segera selesai.
Tetapi dari Capitol Hill hingga Grand Central, dari kampanye divestasi hingga kaki Patung Liberty, Jewish Voice for Peace telah menciptakan sebuah fenomena politik yang sulit diabaikan: orang-orang Yahudi yang mengorganisir diri justru untuk mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak berbicara atas nama seluruh orang Yahudi.
Mungkin di situlah arti terpenting perjalanan JVP.
Bukan karena organisasi ini mewakili seluruh komunitas Yahudi—jelas tidak.
Melainkan karena keberadaannya menunjukkan bahwa perdebatan mengenai Palestina, Zionisme dan Israel juga berlangsung di dalam komunitas Yahudi sendiri.
Dan dari sebuah kelompok kecil mahasiswa di Berkeley pada 1996, perdebatan itu kini bergema sampai ke gedung Kongres Amerika Serikat.
***
Penulis: Furqan AMC, Sekjen Free Palestine Network (FPN).






