Indonesia dan Tradisi Politik Perdamaian
Dalam pandangan Nur Ihsan, Indonesia memiliki modal moral dan historis untuk menawarkan pendekatan berbeda terhadap konflik dunia Islam.
Indonesia tidak berada di garis depan persaingan geopolitik Timur Tengah. Posisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk membangun pendekatan yang lebih berorientasi pada perdamaian.
Ia menyebut setidaknya tiga prinsip yang perlu dijaga umat Islam Indonesia: ukhuwah, tabayyun dan ishlah.
Ukhuwah berarti kepedulian terhadap seluruh umat manusia yang menjadi korban konflik, tanpa membatasi solidaritas berdasarkan afiliasi politik.
Tabayyun berarti tidak mudah menerima informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memicu kebencian.
Sementara ishlah berarti menjadikan perdamaian dan penyelesaian konflik sebagai tujuan akhir.
“Indonesia harus mampu menjadi suara yang menyejukkan, tetapi bukan berarti suara yang diam terhadap ketidakadilan. Kita bisa kritis tanpa membenci, bisa bersolidaritas tanpa menjadi alat propaganda,” ujarnya.
Dalam kapasitasnya di PUI dan MUI, pandangan Nur Ihsan tersebut menempatkan politik keislaman bukan semata sebagai politik identitas, melainkan sebagai ikhtiar moral untuk menghadirkan kemaslahatan.
Yaman Bukan Sekadar Medan Perang
Nur Ihsan mengatakan bahwa pengalamannya belajar di Yaman membuat dirinya melihat negeri itu bukan semata-mata melalui berita tentang rudal, Houthi, Arab Saudi atau Iran.
Yaman adalah negeri dengan sejarah panjang peradaban Islam, tradisi keilmuan, ulama, masyarakat dan kebudayaan yang memiliki akar sejarah sangat dalam.
Karena itu, ketika perang berkepanjangan menghancurkan kehidupan masyarakat, yang hilang bukan hanya bangunan fisik.
“Yang rusak bukan hanya rumah dan infrastruktur. Perang juga dapat merusak masa depan sebuah generasi,” katanya.
Ia berharap umat Islam Indonesia tidak kehilangan empati terhadap rakyat Yaman sekaligus tidak kehilangan daya kritis dalam membaca informasi mengenai konflik tersebut.
Tidak Membenci Saudi, Tidak Membenarkan Propaganda
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






