More

    Pahlawan Kantong Plastik

    Waroah Ali

    Sesaat setelah belanja, seringkali menata barang belanjaan sesuai dengan tempatnya masing-masing. Akan tetapi ada satu hal yang kadang membuat miris, setelah yang lain selesai di kemas ke tempatnya, ada beberapa benda yang kadang hanya diremas dan dibuang langsung ke tong sampah. Benda apa itu? Kantong Plastik!

    Ya benda yang satu ini memang sangat membantu kita pada saat belanja, apalagi jika belanjanya dibanyak tempat atau ruko yang masing-masing menyediakan kantong plastik sendiri. Bisa dihitung jika kita membeli beberapa barang dari tempat atau toko yang berbeda. Padahal barang yang kita beli relatif kecil atau sedikit, akan tetapi pedagang umumnya memberi kantong plastik yang sesuai ukuran barang. Penjual sudah siap siaga menyediakan banyak kantong plastik dengan beberbagai ukuran, dan itu tersedia dengan gratis.

    - Advertisement -

    Apa kita rugi? Tidak. Pedagang rugi? Tidak juga, kalau menambah cost penjualan produk  iya. Kita maupun pedagang tidak akan merasakan dampak kerugian yang berarti, akan tetapi kerugian yang besar justru berasal dari hal-hal kecil yang tak kita sadari. Kita tidak akan merasakan apapun sesaat setelah membuang sampah kantong plastik, karena kita sendirian.

    Coba bayangkan di dunia ini sekitar 7 miliar orang dan masing-masing membuang satu kantong plastik setiap hari, berapa banyak dalam sebulan atau bahkan setahun? Sedangkan plastik yang kita buang baru bisa terurai alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Itu hanya dari kantong plastik bekas bungkus belanja.

    Jika kita tarik ulur kebelakang, semua kantong plastik yang dibutuhkan oleh penjuru dunia tentunya diproduksi oleh industri manufaktur. Untuk mencukupi kebutuhan kantong plastik sejagad raya ini harus membutuhkan ratusan bahkan ribuan pabrik.

    Padahal, pabrik pembuat kantong plastik itu menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang tidak sedikit.Efek dari  CO2  inilah yang akhirnya menyebakan dampak beruntun yang kita rasakan sekarang ini, cuaca panas semakin panas yang menyebabkan  es dikutub mencair dan pulau-pulau kecil terendam akibat kenaikan volume air laut, kekeringan dimana-mana hingga menyebabkan hutan terbakar.  Sementara kantong plastik yang di hasilkan dengan menambah sumbangan CO2 ke udara hanya berguna sampai dengan barang yang kita beli sampai dirumah, selanjutnya si kantong plastik malang ini hanya akan dilempar ke tempat sampah.

    Belum lagi masalah yang timbul pasca pembuangan kantong-kantong pastik yang  seringkali membuat pencemaran dimana-mana. Untuk sebagian masyarakat yang paham akan Go Green mungkin akan berpikir untuk recycle, akan tetapi budaya tersebut belum sepenuhnya tertanam di benak masyarakat kita. Kerap kali mereka ingin yang lebih praktis, yakni membuang sampah dimana ada kesempatan untuk membuang. Dijalan umum pun ketika dia memegang sampah langsung dijatuhkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

    Itu hanyalah  contoh kecil mengenai kantong plastik yang notabene barang ringan, tetapi sangat sering kita jumpai dengan mudah. Lantas solusi apa yang dapat kita lakukan, sementara kita hanya masyarakat kecil yang tidak punya kewenangan apapun? Jangan salah, pemikiran seperti itulah yang harusnya kita singkirkan.

    Cobalah untuk mulai dari sendiri dari hal yang sangat kecil. Untuk yang hobi belanja, bawalah plastic bag sendiri ketika berbelanja. Ringan kok, bisa dilempit dan simple. So, untuk jadi seorang pahlawan gak harus terjun ke medan perang, cukup save our earth dengan green life style ala kamu sendiri. []

     

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here