Keberadaan satgas tentu merupakan langkah maju. Namun, satgas tidak boleh berhenti menjadi struktur organisasi di atas kertas. Ia harus hadir sebagai ruang aman yang dipercaya mahasiswa. Tempat di mana korban merasa didengar, saksi merasa terlindungi, dan setiap laporan diproses secara profesional.
Kepercayaan itu tidak dibangun melalui slogan atau spanduk bertuliskan zero tolerance. Kepercayaan lahir dari tindakan. Ketika laporan masuk, kampus perlu bergerak cepat melakukan pemeriksaan awal, memberikan pendampingan psikologis maupun hukum kepada korban, menjaga kerahasiaan identitas para pihak, serta memberikan informasi perkembangan penanganan secara berkala.
Jika ditemukan dugaan pelanggaran, proses disiplin internal harus berjalan sesuai ketentuan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Respons yang cepat bukan berarti menghakimi. Sebaliknya, respons yang lambat justru dapat memperbesar dampak bagi semua pihak.
Korban berpotensi mengalami trauma berkepanjangan. Saksi menjadi enggan berbicara. Mahasiswa lain kehilangan rasa aman dan institusi kehilangan kepercayaan publik. Kampus sering disebut sebagai ruang berpikir kritis, tempat ilmu pengetahuan berkembang, sekaligus rumah bagi lahirnya calon pemimpin masa depan.
Oleh karena itu, keberanian kampus menghadapi dugaan kekerasan seksual sesungguhnya bukan hanya soal menyelesaikan satu perkara. Ini adalah ujian mengenai nilai-nilai yang selama ini diajarkan di ruang kuliah, yaitu keadilan, keberanian, penghormatan terhadap martabat manusia, dan keberpihakan pada kebenaran.
Tidak ada kampus yang akan dinilai sempurna hanya karena tidak pernah diterpa kasus. Tetapi ada kampus yang akan dikenang karena berani menunjukkan bahwa ketika dugaan pelecehan seksual muncul, institusi hadir bukan untuk menutupi persoalan, melainkan memastikan setiap orang memperoleh perlindungan, proses yang adil, dan kesempatan untuk memulihkan diri.
Pada akhirnya, ukuran sebuah kampus bukan hanya berapa banyak profesor yang dimilikinya, seberapa tinggi akreditasinya, atau seberapa megah gedungnya. Ukuran sesungguhnya adalah apakah setiap mahasiswa merasa aman ketika berada di dalamnya.






