Jangan Sampai Tidak Bertumbuh
Di sisi lain, mengejar pengalaman juga bukan berarti mahasiswa harus mengikuti semua kegiatan. Terlalu banyak organisasi, kepanitiaan, kompetisi, dan kegiatan lain tanpa kemampuan mengatur waktu justru bisa membuat perkuliahan berantakan.
Kuncinya adalah memilih. Tidak perlu mengikuti lima organisasi sekaligus jika satu organisasi sudah memberikan ruang yang cukup untuk berkembang. Tidak perlu mengikuti setiap seminar jika tidak relevan dengan minat atau tujuan. Tidak semua kesempatan harus diambil.
Mahasiswa perlu belajar membedakan antara sibuk dan berkembang. Kesibukan hanya menunjukkan bahwa banyak aktivitas dilakukan. Perkembangan menunjukkan bahwa dari aktivitas tersebut ada kemampuan, pengalaman, atau pemahaman baru yang diperoleh.
Masa kuliah pada akhirnya bukan perlombaan siapa yang paling cepat mendapatkan IPK tinggi. Mahasiswa memang perlu belajar dengan serius. Namun, mereka juga perlu memberi kesempatan kepada dirinya untuk gagal, mencoba hal baru, bertemu banyak orang, membuat karya, mengikuti kompetisi, melakukan penelitian, berorganisasi, magang, atau bahkan menemukan bahwa bidang yang selama ini dianggap menarik ternyata bukan pilihan yang tepat.
Semua pengalaman tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan. Panduan PKKMB 2026 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sendiri menempatkan masa awal kuliah sebagai fase penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan tuntutan kehidupan akademik dan sosial yang baru.
Bahkan, dalam pembukaan PKKMB 2026 di IIB Darmajaya, rektor kampus tersebut secara langsung mengingatkan mahasiswa baru bahwa masa kuliah seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengumpulkan nilai, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, jejaring, dan potensi diri.
Maka bagi mahasiswa baru yang baru saja mengenakan almamater untuk pertama kalinya, tidak ada salahnya memasang target IPK setinggi mungkin. Target punya satu pengalaman organisasi. Target punya satu karya. Target mengikuti satu kompetisi.
Target mencoba magang. Target membangun jaringan. Target belajar berbicara di depan publik. Target menemukan bidang yang benar-benar disukai. Sebab ketika empat tahun itu berakhir, yang dibawa pulang bukan hanya selembar ijazah dan angka IPK.
Ada cerita, pengalaman, kemampuan, jaringan, serta proses panjang tentang bagaimana seseorang berubah dari mahasiswa baru menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi dunia setelah kampus.






