More

    Perubahan Bumiku

    Res Mineke Kin Kaori – Universitas Jember

    Aku ingat pada umurku 11 tahun dimana aku berlari-lari di pematang sawah. Mencari keong untuk dimasak dan bermain “ledok” di antara padi-padi yang ditanam. Aku penuh lumpur, dari tangan sampai kaki. Ada juga sebagian dari teman-temanku yang mengejar layangan putus sedang yang lainnya asik berusaha untuk menerbangkan layangannya untuk diadu.

    Akan tetapi, itu beberapa tahun lalu. Dimana aku masih bisa melihat burung-burung kecil berterbangan sambil membawa batang padi yang dicurinya. Masih sering juga bapak-bapak desa menemui ular “kacangan” yang biasa melemparkan dirinya dari satu pohon ke pohon yang lain. Namun, itu beberapa tahun yang lalu.

    - Advertisement -

    Sekarang, aku tak dapat lagi menemui hal itu di sekitarku. Bukan anak desa lagi sebutan kami melainkan “anak peralihan”. Mereka tak lagi bermain denganku karena semua sibuk dengan gadget yang digenggamnya. Tak ada kontak langsung, semua diutarakannya melalui media maya.

    Bumiku seakan sesak oleh sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh handphone-handphone genggam. Bumiku gerah dengan hembusan-hembusan nafas manusia yang tidak dibarengi  dengan pohon-pohon penunjang. Dengan seenaknya mereka bakar hutan sebagai perluasan lahan. Lalu bagaimana caranya gas hasil hembusanmu per detik itu akan diolah?

    Bagaimana dengan sinar matahari yang terus berusaha menyinari tanpa kenal lelah dan tanpa mengetahui bahwa sinarnya tak dapat dikembalikan, dan tersimpan rapi di dalam bumi. Bumi kian panas dengan usianya yang tak lagi muda.

    Bagaimana peran manusia yang menempatinya? Tidakkah kalian empati akan kondisi ini? Lalu dengan seenaknya mencoba pergi ke planet sebelah setelah merusak alam dengan tidak bertanggung jawab. Akankah ini cara kalian memperlakukan bumi setelah sekian tahun mengeruk dan mempergunakannya?

    Hai anak manusia, bumi tak diciptakan hanya untuk ditinggali akan tetapi juga untuk dirawat dan disayangi. Buktikan rasa sayangmu dengan salah satunya tidak membuang sampah sembarangan. Bukan pada sungai, bukan juga pada sela-sela pohon. Buanglah sampahmu pada tempat yang telah disediakan.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here