More
    Home UTAMA PERISTIWA Klarifikasi PPI Tiongkok Terkait Penipuan Investasi Bodong "Alimama" di Indonesia

    Klarifikasi PPI Tiongkok Terkait Penipuan Investasi Bodong “Alimama” di Indonesia

    Penulis : Nova Edvike Trinanda (Sichuan University)

    TIONGKOK, KabarKampus – Akhir-akhir ini sedang marak kasus penipuan investasi online dengan membawa nama Alimama, salah satu perusahaan di China. Penipuan dilakukan dengan skema investasi, yaitu mengumpulkan modal melalui klik iklan untuk mendapatkan kelipatan modal yang sudah diinvestasikan.

    Dalam penipuan tersebut, mereka juga menyeret PPI China (PPI Tiongkok). Total kerugian akibat penipuan ini mencapai 3 Milyar Rupiah.

    Lalu apa tanggapan PPI Tiongkok terkait penipuan yang menyeret nama mereka?

    Nikkolai Ali Akbar Velayati, Ketua Umum PPI Tiongkok mengatakan, merasa keberatan dengan informasi yang beredar mengenai keterlibatan PP Tiongkok dalam skema Investasi Alimama di Indonesia. Ia menegaskan, PPI Tiongkok dalam tingkatan Pusat, Cabang, Ranting, tidak terafiliasi dengan skema investasi Alimama, maupun skema lain, dalam konteks apapun.

    Menurutnya, skema bisnis Alimama Indonesia berbeda jauh sekali dengan Alimama asli di China. Alimama di Indonesia menawarkan penghasilan kepada para member dengan berpura-pura membeli barang.

    “Mirip dengan JD Union yang memakai nama e-commerce JD, Alimama palsu juga memakai nama Alimama asli, dengan alamat website almm.qdhtml.net,” kata Nikkolai dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, (24/09/2020).

    Sementara itu, Alimama yang asli merupakan platform pemasaran data besar terkemuka di Tiongkok, dengan data inti dari Alibaba Group. Bisnis Alimama yang asli berfokus untuk membantu pebisnis online dalam Alibaba Group supaya bisa menjalankan marketing dengan lebih baik.

    “Di sini pengguna tidak akan mendapatkan uang, melainkan harus membayar untuk menggunakan produk mereka. Produk utama mereka adalah data perilaku konsumen yang mereka jual kepada pebisnis online, dengan alamat website alimama.com,” ungkap mahasiswa Kedokteran di Chongqing Medical University ini.

    Untuk itu, kata Nikkolai mereka, sangat menyayangkan terjadinya kasus penipuan yang telah merugikan banyak orang dan mencatut nama PPI Tiongkok di dalamnya. Mereka pun bersedia membantu investigasi kasus ini hingga mendapat titik terang terkait identitas pelaku sebenarnya dan menyerahkan hasil investigasi terhadap pihak yang berkepentingan.

    “Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik di Tiongkok maupun di Indonesia, untuk berhati-hati terhadap skemas investasi daring, dalam bentuk apapun khususnya yang tidak terdaptar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” terang Nikkolai.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here