More
    Home UTAMA PERISTIWA Rabita Madina, Mahasiswa UGM Raih Pilmapres Nasional 2020

    Rabita Madina, Mahasiswa UGM Raih Pilmapres Nasional 2020

    Rabita Madina (UGM)

    JAKARTA, KabarKampus – Rabita Madina, Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP)  Fakultas Hukum UGM berhasil menyabet gelar juara 1 kategori Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2020. Ia menjadi juara satu kategori sarjana menyisihkan sebanyak 443 mahasiswa dari seluruh Indonesia.

    Sementara itu untuk juara dua dan ketiga kategori sarjana diraih mahasiswa Amanda Margareth Inganta Sebayang dari Universitas Diponegoro dan Agnes Isna Kuswondo peringkat dari Universitas Bina Nusantara. Selanjutnya untuk mahasiswa Penginspirasi diraih oleh Stefanny Angela, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Julia R. Tapilatu, Universitas Papua.

    Rabita menjelaska, dalam mengikuti Pilmapres kali ini, ia harus melalui serangkaian seleksi di fakultas lalu di tingkat universitas. Setelah terpilih sebagai wakil fakultas pada program sarjana ia melaju di Pilmapres Nasional dan melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat.

    Seleksi tahap pertama berupa portofolio yang diikuti 444 mahasiswa. Selanjutnya 174 terbaik melaju dalam seleksi tes wawasan kebangsaan dan bahasa Inggris.

    Kemudian 21 terbaik berkompetisi di final untuk mempresentasikan gagasan kreatif, profil diri, pidato bahasa inggris, serta diskusi panel. Dalam kompetisi bertema Implementasi Sustainable Development Goals tersebut Rabita mengajukan gagasan kreatif berjudul Perlindungan Kontraktor Independen Dalam Gig Economy Melalui RUU Cipta Kerja.

    Gagasan yang diusung fokus terhadap perlindungan hukum bagi para pekerja yang memiliki status kontraktor independen. Contohnya, pengemudi ojek online yang bekerja untuk perusahaan seperti gojek/grab, para dokter yang membuka praktek online di aplikasi HaloDoc, dan tenaga pendidikan yang membuka tutor di Ruangguru dan lainnya. 

    Mahasiswa angkatan 2017 ini menjelaskan, saat ini status kontraktor independen belum diatur di bawah hukum sehingga hak-hak mereka belum sepenuhnya terpenuhi. Pengadilan hubungan industrial juga banyak menghadapi kasus tentang status kontraktor independen. 

    “Apabila status tersebut dapat diatur di bawah hukum, pastinya para kontraktor independen akan lebih terlindungi,” gadis asal Bandung ini. 

    Rabita menyampaikan keberhasilan yang diraihnya tak lepas dari persiapan yang panjang sekitar 6 bulan. Selain itu, juga berusaha menampilkan yang terbaik dan selalu percaya akan usaha yang dilakukan. Capaian itu tak lepas  dari dukungan dan bimbingan dosen pembina serta fakultas dan universitas  yang memfasilitasi persiapan mengikuti Pilmapres Nasional 2020. 

    Sebelum dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi nasional 2020, Rabita kerap menyabet sejumlah penghargaan. Beberapa diantaranya adalah Best Defense Counsel, Best Defense Team, dan Best Non Native English Team at International Criminal Court Moot Court Competition 2019 di Den Haag Belanda, Best Head of Government at ASEAN Foundation ASEAN Model Meeting 2020 di Hanoi Vietnam, First Winner Speech Contest at ALSA English Challenge FH UNPAD 2019, Best Defense Counsel, Best Defense Team, dan Best Non Native English Team at International Criminal Court Moot Court Competition 2019 di Den Haag Belanda, dan First Winnet Speech Contest at BINUS E-Comp 2018. 

    Tahapan penyelenggaraan Pilmapres Tahun 2020. Tahap I diikuti oleh 646 peserta yang terdiri atas 443 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 202 mahasiswa Program Diploma. Tahap II diikuti oleh 238 peserta yang terdiri dari 174 peserta dari jenjang sarjana dan 64 peserta dari jenjang diploma. Babak Final (Tingkat Nasional) diikuti finalis sebanyak 41 peserta yang terdiri atas 21 finalis Program Sarjana dan 20 finalis Program Diploma. Berikut nama-nama pemenang Pilmapres Tahun 2020.

    Selain kategori Sarjana, mahasiswa Berprestasi Program Diploma. Peringkat 1: Muhammad Alan Nur, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya; Peringkat 2: Randhika Rianza, Politeknik Negeri Padang; Peringkat 3: Jean Nursyahbani Ninkeula, Universitas Indonesia.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here